Home » Olahraga Daerah » Pemanah Kaltim Tolak Panggilan Pelatnas

Pemanah Kaltim Tolak Panggilan Pelatnas

Pemanah Kaltim Tolak Panggilan Pelatnas
MENOLAK BELA NEGARA: Diiharapkan jadi pengganti setelah nanang Mujiono menolak, Suryono Ali (kiri) juga tak mau berangkat ke Jakarta karena alasan fokus pada kuliah di Samarinda.

SAMARINDA – Dipanggil untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional merupakan sesuatu yang membanggakan bagi seorang atlet, tapi sepertinya itu tidak berlaku bagi Nanang Mujiono.
Atlet panahan Benua Etam dengan spesialisasi compund tersebut dengan tegas menolak panggilan Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) untuk masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dengan alasan keluarga, padahal Nanang diharapkan jadi bagian dari tim panahan Merah Putih untuk berlaga di arena SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.
Ketua Umum Perpani Kaltim HM Hanafiah menjelaskan hal ini kepada Koran Kaltim Senin (6/2) kemarin kemarin. Menurutnya, pengganti Nanang adalah Suryono Ali namun juga tak akan berangkat karena masih kuliah “Sebenarnya ada 3 atlet kami yang dipanggil Pelatnas sejak 3 Februari pekan lalu, yaitu Nanang Mujiono, Suryono Ali dan M Noor, tetapi karena adanya kendala anggaran di Satlak Prima, kuota atlet dikurangi dan Kaltim hanya mendapatkan jatah 1 orang saja, yang ternyata juga tidak bisa berangkat karena permasalahan keluarga,” kata Hanafiah.
Awalnya kuota atlet Pelatnas ada 24 pemanah, tetapi karena persoalan anggaran, sehingga terjadi pengurangan atlet menjadi 16 pemanah saja. Sebenarnya kata Hanafiah dengan tidak berangkatnya Nanang maupun Suryono Perpani Kaltim tidak mendapatkan kerugian apa-apa, hanya saja dia menyayangkan jika Suryono Ali tak bisa berangkat, karena dengan usianya yang masih muda perlu banyak pengalaman dan jam terbang, sehingga prestasinya bisa meningkat.
“Suryono masih 24 tahun, masih perlu banyak pengalaman, tetapi ya karena dia bilang sedang menjalani kuliah kami tidak bisa berbuat apa-apa, berbeda dengan Nanang yang memang umurnya sudah 35 tahun ya wajar saja kalau saat ini dia lebih mementingkan keluarganya,” jelas Hanafiah lagi.
Masuk Pelatnas adalah impian untuk semua atlet berprestasi, tetapi dengan kondisi saat ini, jelas membuat atlet menjadi ragu untuk bergabung dalam timnas tersebut. “Untuk pelatnas sekarang abu-abu belum ada kejelasan, apalagi honor yang mereka terima selalu terlambat, makanya mereka berfikir lebih baik mereka bekerja saja di daerahnya tanpa mengharapkan honor Pelatnas,” ungkap Hanafiah.



Lazada Indonesia