Home » Headline » Libatkan Tiga Negara Amankan Wilayah Perbatasan

Libatkan Tiga Negara Amankan Wilayah Perbatasan

Libatkan Tiga Negara  Amankan Wilayah Perbatasan
ILUSTRASI

TARAKAN – Wilayah perbatasan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina cukup rawan terjadinya kejahatan internasional. Mulai dari pembajakan, perampokan, jalur narkoba, hingga terorisme. Oleh karena itu, dalam waktu dekat, ketiga negara ini akan melakukan kerjasama bilateral pengamanan wilayah perbatasan.
Dijelaskan Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan, Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni, dijadwalkan pada 18 Juni mendatang Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan datang ke Tarakan untuk melakukan beberapa kegiatan terkait dengan keamanan wilayah perbatasan.
Dalam kunjungan Panglima TNI yang dibalut dalam kegiatan Safari Ramadan, Jenderal Gatot akan melakukan launching pos Maritim Comando Center (MCC) serta melakukan penandatanganan kerjasama tiga negara untuk mengamankan perbatasan dari berbagai bentuk kejahatan serta potensinya.
“Panglima TNI akan melakukan Safari Ramadan sekaligus launching MCC. Sesuai jadwal, pada 18 Juni mendatang rombongan akan datang ke Tarakan, bersama Menteri Pertahanan (Manhan) Ryamizard Ryacudu,” ungkap Ferial.
“Kemungkinan besar akan ada Angkatan Bersenjata tiga negara, yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina serta Menhan ketiga negara ini datang ke Tarakan untuk menandatangani prasasti di Lantamal XIII Tarakan. Setelah itu, meresmikan MCC. Lalu kegiatan dilakukan di Pelabuhan Malundung untuk naik kapal masing–masing negara, untuk melakukan penandatangan MoU kerjasama pengamanan wilayah perbatasan,” lanjutnya.
Saat ini, masih proses administrasi untuk koordinasi ketiga negara karena akan ada kapal perang meraka yang datang ke Tarakan. Selain di Tarakan, MCC juga akan dipasang di Tawau Malaysia dan Bongao Filipina.
“Dengan demikian, jika sewaktu–waktu terjadi sesuatu, kita bisa melakukan koordinasi untuk tindak lanjut berikutnya. Sedangkan untuk jenis operasi yang akan kita lakukan belum ditetapkan. Nanti pas penandatanganan MoU akan dibeberkan. Kemungkinan ada dua, yaitu kerjasama patroli join operasi, dimana kita bisa masuk ke wilayah mereka, begitu pula sebaliknya, atau kerjasama ditingkat koordinasi,” bebernya.
Jika kerjasama hanya ditingkat koordinasi, patroli hanya bisa dilakukan di wilayah negara masing–masing. Tetapi jika ada situasi dan kondisi yang membahayakan, langsung melakukan kordinasi apa yang harus dilakukan.
“Rencana kedatangan ini sudah lama diagendakan sejak 14 April lalu, tetapi karena sesuatu dan lain hal, kegiatan molor hingga sekarang. Dengan adanya kerja sama ini, kita harapkan keamanan perbatasan bisa lebih ditingkatkan. Karena pengawasan bukan hanya kita yang melakukan, tetapi ketiga negara sekaligus,” pungkasnya.



Lazada Indonesia