Home » Headline » Ribuan TKA Dibutuhkan untuk PLTA Peso

Ribuan TKA Dibutuhkan untuk PLTA Peso

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan membutuhkan tenaga kerja yang terbilang banyak dengan keahlian yang dimiliki. Besar kemungkinan dalam pembangunan pembangkit yang berkapasitas 6.080 mega watt tersebut bakal mengundang tenaga kerja asing (TKA) sebagai pelaksana pekerjaan yang sifatnya teknis.
PT. Kayan Hidro Energy (KHE) selaku investor pelaksana pembangunan memprediksi akan ada 1000-an TKA asal China yang bakal terlibat dalam pembangunan tersebut. Meski demikian, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala hingga saat ini masih mempertanyakan 1.000 TKA yang dimaksud. Sebab menurutnya harus ada evaluasi yang dicocokkan dengan kebutuhan pekerjaan lapangan. Tenaga kerja lokal harus diprioritaskan sebelum diserahkan kepada TKA.
“Kalau hanya tenaga teknis alat berat, misalnya, jangankan di Indonesia, di Bulungan kita masih punya. Kalau tenaga lokal ada, kenapa tidak dimaksimalkan (penggunannya),” tegasnya.
Ribuan TKA itu harus jelas spesifiikasi atau keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sebab jika keahlian yang dimaksud masih ada di Bulungan, dirinya meminta untuk dipertimbangkan dan memilih tenaga lokal. Karena pembangunan PLTA pada dasarnya untuk masyarakat Bulungan.
“Nah, dalam hal ini harus jelas spesifikasinya. Semua pihak harus terlibat melakukan pengawasan. Terlebih dinas terkait (Disnakertrans,red.) harus aktif, begitupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang aktif dalam bidang tersebut,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Disnakertrans Bulungan juga menegaskan bakal terus melakukan pengawasan terhadap warga asing yang melakukan aktivitas di Bulungan. Apakah yang melakukan kunjungan wisata maupun yang menjadi tenaga kerja di beberapa perusahaan seperti tambang dan perkebunan sawit. Bahkan kali ini meski belum ada laporan pasti bakal adanya ribuan TKA yang bakal mengerjakan pembangunan PLTA, pihaknya tetap mengantisipasi tata cara penggunaan tenaga kerja. (an) TANJUNG SELOR – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan membutuhkan tenaga kerja yang terbilang banyak dengan keahlian yang dimiliki. Besar kemungkinan dalam pembangunan pembangkit yang berkapasitas 6.080 mega watt tersebut bakal mengundang tenaga kerja asing (TKA) sebagai pelaksana pekerjaan yang sifatnya teknis.
PT. Kayan Hidro Energy (KHE) selaku investor pelaksana pembangunan memprediksi akan ada 1000-an TKA asal China yang bakal terlibat dalam pembangunan tersebut. Meski demikian, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala hingga saat ini masih mempertanyakan 1.000 TKA yang dimaksud. Sebab menurutnya harus ada evaluasi yang dicocokkan dengan kebutuhan pekerjaan lapangan. Tenaga kerja lokal harus diprioritaskan sebelum diserahkan kepada TKA.
“Kalau hanya tenaga teknis alat berat, misalnya, jangankan di Indonesia, di Bulungan kita masih punya. Kalau tenaga lokal ada, kenapa tidak dimaksimalkan (penggunannya),” tegasnya.
Ribuan TKA itu harus jelas spesifiikasi atau keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan. Sebab jika keahlian yang dimaksud masih ada di Bulungan, dirinya meminta untuk dipertimbangkan dan memilih tenaga lokal. Karena pembangunan PLTA pada dasarnya untuk masyarakat Bulungan.
“Nah, dalam hal ini harus jelas spesifikasinya. Semua pihak harus terlibat melakukan pengawasan. Terlebih dinas terkait (Disnakertrans,red.) harus aktif, begitupun LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang aktif dalam bidang tersebut,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Disnakertrans Bulungan juga menegaskan bakal terus melakukan pengawasan terhadap warga asing yang melakukan aktivitas di Bulungan. Apakah yang melakukan kunjungan wisata maupun yang menjadi tenaga kerja di beberapa perusahaan seperti tambang dan perkebunan sawit. Bahkan kali ini meski belum ada laporan pasti bakal adanya ribuan TKA yang bakal mengerjakan pembangunan PLTA, pihaknya tetap mengantisipasi tata cara penggunaan tenaga kerja. 



Lazada Indonesia