Home » Gadget » Diduga Ciptakan Ransomware

Diduga Ciptakan Ransomware

Diduga Ciptakan Ransomware

OSAKA – Seorang remaja 14 tahun di Perfektur Osaka, Jepang, menjadi warga pertama yang ditangkap pihak berwajib, pada Senin, 5 Juni 2017. Ia diduga menciptakan program komputer jahat jenis ransomware.
Ia ditangkap Kepolisian Perfektur Kanagawa, yang menggelar patroli siber sejak Januari dan menyita komputer anak itu pada April lalu.
Mengutip situs Japantimes, Jumat (9/6), remaja tanggung yang masih duduk kelas tiga sekolah menengah pertama itu diduga mengombinasikan peranti-peranti lunak bebas enkripsi di internet untuk menciptakan ransomware.
Seperti diketahui, ransomware adalah program jahat yang dirancang untuk mengunci file-file dalam komputer, sehingga tak bisa diakses oleh pemiliknya. File-file itu baru bisa dibuka jika pemiliknya memberikan tebusan dalam bentuk uang virtual (bitcoin).
“Dia (remaja tersebut) rupanya belajar otodidak bagaimana membuat (ransomware),” kata seorang sumber di Kepolisian Prefektur Osaka.
Remaja yang diketahui tinggal di daerah Takatsuki, mengaku telah menciptakan program malware pada 6 Januari tahun ini.
INGIN TERKENAL
Sumber yang enggan dipublikasi identitasnya ini melanjutkan bahwa remaja itu kemudian mengunggahnya ke situs web di luar negeri, di mana ia mampu memikat orang untuk mengunduh (download) melalui media sosial.
Bagi mereka yang mengunduh program ciptaan remaja itu bisa menggunakannya untuk menyerang komputer pihak lain.
Komputer korban, jika sudah terinfeksi, akan terkunci dan akan muncul tulisan dalam aksara Jepang, yang isinya meminta tebusan dalam bentuk uang digital.
Meski begitu, ‘produk’ remaja tersebut tidak menimbulkan kerugian finansial dari malware yang telah diciptakannya. Tak hanya itu, ia mengaku membuat ransomware itu hanya dalam tiga hari, menggunakan komputer pribadinya.
Bocah itu kepada polisi mengatakan bahwa motivasinya menciptakan ransomware itu adalah karena ingin terkenal. Ransomware ciptaannya itu sudah diunduh lebih dari 100 kali.
Ransomware membidik smartphone dan tablet Android, di mana serangan tersebut melonjak pada kuartal pertama tahun ini. 



Lazada Indonesia