Home » Headline » Calon Pemodal Wajib Miliki Bank Garansi

Calon Pemodal Wajib Miliki Bank Garansi

Calon Pemodal  Wajib Miliki Bank Garansi
Johan Johor Mulyadi

TANJUNG SELOR - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Johan Johor Mulyadi mengungkapkan bahwa Pemprov Kaltara telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah calon pemodal. Di antaranya perusahaan ternama Hyundai yang melirik mega proyek PLTA, dan perusahaan Cina yang melirik kilang minyak mini, serta PT Inalum yang membangun smelter.
Usai melakukan MoU, sesuai arahan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Johan menegaskan perusahaan harus serius melakukan kerjasama dengan pemprov. Wujud keseriusan calon pemodal dengan memperlihatkan bahwa mereka memang memiliki keuangan yang cukup, bukan justru hanya menjadi ‘calo’ dalam proses invetasi di Kaltara. “Makanya harus punya bank garansi. Jadi bisa dilihat mana yang serius dan punya uang. Jangan sampai sudah MoU tapi tak punya uang,” tegasnya.
Tak hanya itu, komitmen lainnya juga harus bisa diperlihatkan oleh investor yang mau bekerjasama dengan Kaltara. Termasuk harus memiliki Kantor cabang sendiri di Kaltara sehingga memudahkan kooridinasi dengan pemerintah daerah. “Kalau punya kantor di Kaltara, bisa menguntungkan kita dengan menyerap tenaga kerja lokal,” sebutnya.
Bahkan ia juga menekankan agar perusahaan yang berinvestasi di Kaltara memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di Kaltara. Sehingga daerah mendapatkan keuntungan dari pajak tersebut dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Lebih jauh diterangkan, dari sekian calon investor yang sudah membangun kesepahaman bersama, akan diberikan waktu enam bulan untuk melengkapi ketiga unsur tersebut. Jika dalam waktu enam bulan mereka tak dapat menunjukkan bank garansi, tak ada upaya pendirian kantor di Kaltara dan NPWP Kaltara, maka akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah. “MoU itu kan satu tahun. Nah kalau dalam waktu enam bulan saja tidak ada itikad baik dalam memenuhi syarat tersebut, bagaimana mau kerjasama,” imbuhnya.
Sementara itu, ia berharap melalui sejumlah kerjasama tersebut Kaltara bisa berkembang seiring dengan pembangunan yang memadai. Selain tiga pemodal yang sudah MoU dengan Kaltara, jika disetujui gubernur, akan ada tiga lagi yang akan teken kerjasama. “Kalau disetujui tiga lagi, pertama WIKA menawarkan kerjasama dengan PT Sarawak Energi untuk pembangunan Jembatan Bulan dan KIPI. Kemudian PT Bornoe yang melirik pembangunan PLTU Nunukan dan PLTS Tenaga Surya Kaltara, dan Investor dari Prancis. Tapi masih dipelajari dulu sebelum MoU-nya diterima,” tuntasnya.



Lazada Indonesia