Home » Akademika » Hari Pertama PPDB, SMAN 1 Diserbu 300 Pendaftar

Hari Pertama PPDB, SMAN 1 Diserbu 300 Pendaftar

Hari Pertama PPDB, SMAN 1  Diserbu 300 Pendaftar
ILUSTRASI

NUNUKAN – SMAN (Sekolah Menengah Atas Negeri) 1 Nunukan yang berada di jalan Fatahillah Kelurahan Nunukan Tengah Kecamatan Nunukan merupakan SMA favorit. Terbukti setiap penerimaan peserta didik baru (PPDB) pendaftarnya membludak. Masyarakat juga, biasanya mengatakan SMAN 1 Nunukan merupakan SMA unggulan di Kabupaten Nunukan sehingga mereka berlomba–lomba untuk mendaftarkan anaknya agar bisa diterima.
Untuk tahun ajaran 2017/2018, SMAN 1 Nunukan menerima siswa baru melalui empat jalur yaitu jalur keluarga miskin (gakin), jalur prestasi perangkingan nilai tertinggi, jalur prestasi akademik dan non akademik serta jalur bina lingkungan. Pendaftaran PPDB dibuka mulai tanggal 12 sampai 16 Juni 2017.
Kepala SMAN 1 Nunukan, Khoirul Naim mengatakan, untuk hari pertama PPDB, sudah ada 300 calon siswa yang mengambil formulir pendaftaran. Adapun berkas yang sudah masuk sekitar 19 pendaftar. Dikatakan Khoirul, bagi pendaftar yang belum memenuhi syarat pada pendaftaran gakin, makan diimbau segera mengambil jalur lainnya.
“Mohon secepatnya untuk berpindah ke jalur umum atau mendaftar ke sekolah lain. Khusus jalur gakin, rencana calon siswa yang diterima itu 29 orang dari 144 siswa baru, tahun ajaran 2017/2018,” tegasnya.
“Perkiraan kita, hari Selasa (hari ini) baru puncaknya karena barangkali hari ini baru mengurus berkas persyaratan di tingkat desa dan kelurahan,” lanjutnya. Ia kembali mengingatkan, untuk jalur prestasi hanya dibuka satu hari pada tanggal 14 Juni. Sedangkan jalur umum atau berdasarkan perangkingan dimulai tanggal 15 hingga 16 Juni.
Untuk calon siswa yang mendaftar hari pertama melalui jalur gakin, hasil pengumuman sementara akan ditempel di papan pengumuman karena kuotanya belum memenuhi sehingga secara otomatis belum ada yang bergeser. Tak hanya itu ia juga mengingatkan hari ini pendaftaran berakhir pukul 12.00 WITA.
Meski hari ini merupakan batas terakhir pendaftaran namun pihak sekolah mengatakan keputusan final calon siswa yang diterima belum bisa diumumkan karena ada tim yang turun ke lapangan melakukan ferivikasi untuk mencari informasi tentang calon siswa dari kategori keluarga miskin.
Mengingat data gakin itu bukan dari sekolah, tetapi dari Badan Pusat Statistik (BPS) namun demikian bukan karena tidak mempercayai BPS, karena ada suara dari luar sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang. “Tujuannya untuk mengecek keabsahannya saja, mana tahu ada yang punya rumah mewah, memiliki kenderaan roda dua lebih dari dua misalnya tetapi terdaftar sebagai gakin,” ucap Khoirul Naim.
Ketika nanti tim turun ke lapangan lalu menemukan fakta yang berbeda, misalnya gakin memiliki rumah yang mewah maka yang bersangkutan akan didiskualifikasi bahkan masyarakat bisa melapor karena tim juga punya keterbatasan.
“Pak ini si A punya motor 4 unit, punya mobil. Silahkan. Karena kami punya keterbatasan sehingga laporan dari masyarakat juga diperlukan. Ketika ada yang diloloskan lalu di kemudian hari ternyata ada kecurangan, kami juga akan diskualifikasi karena ada payung hukumnya. Apabila terjadi kecurangan pada saat pengurusan persyaratan, maka akan didiskualifikasi,” urainya.
Naim menambahkan, untuk diketahui jalur gakin ini, yang menentukan bukan seberapa miskin yang bersangkutan tetapi tetap berdasarkan nilai Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) sementara yang dirangking di antara pendaftar jalur gakin. 



Lazada Indonesia