Home » Politik » Program Lima Hari Sekolah Dinilai Efektif

Program Lima Hari Sekolah Dinilai Efektif

TARAKAN- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) rencananya akan menerapkan program lima hari sekolah dengan waktu belajar menjadi 8 jam belajar setiap hari. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Kalimantan Utara menilai program tersebut efektif membentuk karakter siswa.
Program lima hari sekolah atau full days school ini dipastikan dapat memberikan dampak yang baik dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, hal ini bisa terllihat dari beberapa sekolah yang sudah menerapkannya terlebih dahulu.
“Karena banyak muatan positif yang terkandung didalamnya, siswa nantinya dapat menjalankan kegiatan yang positif untuk pribadinya sehingga waktu yang digunakan nantinya tidak terbuang sia-sia. Dan secara umum itu hal yang wajar, sehingga kita harus merespon kegiatan  dari pusat ini dengan positif,” ujar Ketua DPD ISPI Kaltara, Muhammad Yusuf Suardi.
Menurut dia, sebelum program ini diberlakukan, pasti ada kajian terlebih dahulu. Ia juga menilai kegiatan tambahan berupa ekstrakurikuler seperti olahraga, musik, pramuka dan sebagainya, bisa menjadi nilai plus dari program ini nantinya yang mendukung mencetak pribadi siswa menjadi lebih baik.
“Harapan saya, dalam konsepnya nanti bisa tepat sasaran. Tapi, pemerintah juga harus memikirkan hal lain dalam pelaksanaan program ini, salah satunya yang tak kalah penting bagaiamana cara pemerintah mengakomodir pemenuhan kebutuhan akan asupan gizi siswa selama di sekolah,” tandasnya.
Program ini juga nantinya harus bisa menjadi salah satu cara untuk membangun moralitas siswa dan mempererat hubungan orang tua di rumah maupun guru di sekolah. Dapat mengikis pengaruh globalisasi yang selama ini terjadi di kalangan pelajar.
“Tidak hanya itu, di Kaltara ini juga pendidikan masih tidak merata dan pemerintah perlu melakukan pemerataan pendidikan antara perkotaan dan pedalaman, mulai dari infrastruktur, sarana dan prasarana, maupun sumber daya manusia (SDM),” kata dia.
Misalnya di pelosok dan di perkotaan, pemerintah harus jeli melihatnya dari segi pengelolaan pendidikan itu, termasuk fasilitas dan sarana dan prasarana. Seperti yang terjadi di beberapa daerah, hanya di perkotaan yang memiliki sarana dan prasarana bagus, tapi di pedalaman terbatas dan ala kadarnya.
Diantaranya, seperti di Malinau dan Nunukan yang perlu mendapatkan penanganan khusus agar pendidikan yang baik bisa dirasakan masyarakat yang berada di pelosok. “Sebagai organisasi yang juga menangani soal pendidikan, kami siap akan mendorong Pemda. Kita bisa bersama-sama memikirkan dan bekerja sama mencari solusi agar pendidikan dengan mutu dan standar yang baik bisa dirasakan merata oleh masyarakat yang ada di Kaltara. Hal ini jelas tujuan kami sejak awal, agar tidak ada lagi ketertinggalan pendidikan di daerah maupun perbatasan,” tegasnya. 



Lazada Indonesia