Home » Advertorial » Kepastian Batas Negara Sangat Penting

Kepastian Batas Negara Sangat Penting

Kepastian Batas Negara Sangat Penting
FOTO BERSAMA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berfoto bersama seluruh jajaran Utusan Khusus Presiden beserta sejumlah staf di lingkungan Pemprov Kaltara.

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie menerima kunjungan delegasi Utusan Khusus Presiden RI, yang dipimpin oleh Dr. Eddy Pratomo, Senin (12/6) kemarin. Kedatangan delegasi ini dalam rangkaian peninjauan langsung ke batas wilayah maritim antara Indonesia dan Malaysia di Kaltara. Tepatnya di perariran Sebatik yang berbatasan dengan Tawau, Sabah Malaysia.
“Mereka ingin melihat kondisi di lapangan seperti apa? Dan meminta masukan-masukan atau informasi dari kita, untuk keperluan diplomasi membahas batas maratim antara utusan khusus presiden (Indonesia) dengan utusan khusus perdama menteri (Malaysia),” ungkap Irianto.
Gubernur menegaskan, atas nama pemerintah provinsi, dirinya menyambut baik kedatangan delegasi Utusan Khusus Presiden, sekaligus siap memberikan masukan dan data maupun informasi terkait dengan wilayah Kaltara. “Kepastian batas wilayah sangat penting. Tak hanya untuk kedaulatan negara. Tapi juga untuk kepentingan ekonomi, sosial, budaya maupun pembangunan. Utamanya bagi daerah yang berada di perbatasan, seperti Kalimantan Utara,” tegasnya.
“Kita akan mendukung sesuai dengan kewenangan yang berlaku. Persoalan batas wilayah merupakan salah satu upaya kita menjaga martabat bangsa,” lanjut Irianto.
Untuk mendapatkan masukan dan informasi, Gubernur mempertemukan delegasi Utusan Khusus Presiden dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Pertemuan dilangsungkan di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur. Selain secara langsung dari Gubernur, beberapa masukan juga disampaikan oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemprov Kaltara.
Salah satunya dari kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara H Amir Bakry. Dia menyebutkan, persoalan di lapangan, saat daratan di wilayah Indonesia dalam hal ini Pulau Sebatik mengalami abrasi, di Malaysia (Tawau) dalam beberapa tahun terakhir sedang melakukan reklamasi daratan. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi batas laut yang nantinya bisa merugikan Indonesia. Kemudian persoalan ekonomi, mengenai perdagangan lintas batas yang terjalin antar kedua negara, lebih banyak merugikan masyarakat. Sehingga perlu ada kebijakan dan penanganan khusus dari pusat.
Sementara itu, Eddy Pratomo mengatakan, selain bertemu Gubernur dan bertatap muka dengan jajaran Pemprov Kaltara, pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke perbatasan. Disebutkan, data dan hasil tinjauan lapangan ini nantinya akan menjadi salah satu bahan untuk pertemuan diplomasi dengan utusan khusus perdana menteri Malaysia, yang dijadwalkan Juli mendatang.
“Kita sudah 6 kali melakukan pertemuan dengan Malaysia, Juli nanti yang ketujuh kalinya. Memang sejauh ini kedua pihak (Malaysia – Indonesia) sama-sama keras, untuk mempertahankan kemauan masing-masing,” ujarnya. Menurut Eddy lagi, Kaltara memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan agar menjadi daerah yang maju. Sebab, provinsi yang baru berusia 4 tahun ini, katanya, adalah wajah perbatasan Indonesia. 



Lazada Indonesia