Home » Patroli » Taiwan Disebut Pemasok Sabu Terbesar

Taiwan Disebut Pemasok Sabu Terbesar

Taiwan Disebut  Pemasok Sabu Terbesar
ILUSTRASI

JAKARTA - Beberapa waktu belakangan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan instansi terkait berhasil menggagalkan penyelundupan sabu ke dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, yang terbanyak disita dari Banten dengan total sabu sebanyak 1 ton.
Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko mengatakan Taiwan adalah salah satu negara yang paling banyak memasok barang haram jenis amphetamin type stimulan (ATS) itu.
“ATS atau sabu paling banyak di produksi di Tiongkok, sindikat yang mengedarkan tentu bukan Eropa atau Afrika karena mereka punya produk sendiri. Mau tidak mau sekitaran Tiongkok seperti Hong Kong atau Taiwan yang mendistribusikan,” katanya, Jumat (28/7).
Menurut Sulis, ada dua alasan mengapa produsen sabu memandang Indonesia sebagai pasar narkotika strategis. Pertama, tingginya permintaan dan jalur distribusi yang relatif mudah, melalui laut.
Indonesia, kata Sulis, punya pelabuhan-pelabuhan tikus yang jauh dari pantauan petugas sehingga memudahkan para negara produsen menyelundupkan barang haram itu masuk ke Indonesia.
“Jangan mengira mereka tidak punya litbang, mereka punya. Ada ahli juga, konsultan, mereka punya uang yang unlimited untuk mengondisikan itu. Bila perlu mereka merekrut, membayar orang dalam untuk memberikan informasi,” kata Sulis.
BNN menyadari bahwa garis pantai Indonesia sangat luas. Karenanya sinergi dan kerja sama antar-instansi sangat penting untuk mengungkap kasus-kasus penyelundupan semacam ini.
“Kita sejumlah pantai di Indonesia itu rawan penyelundupan. BNN memang tidak mempunyai kapal tetapi BNN bisa sinergi dengan angkatan laut yang punya kapal, Polair, Bea Cukai, Bakamla, bagaimana institusi ini bersinergi untuk patroli di kawasan yang rawan penyelundupan,” jelasnya. 



Lazada Indonesia