Home » Utama » Kecelakaan Laut, ABK Hilang

Kecelakaan Laut, ABK Hilang

Kecelakaan Laut, ABK Hilang
ILUSTRASI

TARAKAN- Kecelakaan Laut kembali terjadi disekitar perairan Tarakan, kali ini korbannya menimpa Ibrahim (44) warga Jalan Yos Sudarso Gg. Wakaf RT 11 Kelurahan Lingkas Ujung dan Nahar, warga Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar Pantai saat membawa muatan kayu menggunakan kapal jenis longboat yang dimotoris Herman (37) warga Jalan Jembatan Bongkok RT 22 Kelurahan Karang Anyar Pantai.
Dalam pengakuannya ke Satpolair Polres Tarakan, Herman menceritakan awalnya Minggu (30/7) kemarin, sekira puku 01.00 dinihari wita ia bersama kedua anak buah kapalnya (ABK) menggunakan perahu longboat tanpa nama dengan dua mesin 40 pk memuat kayu olahan jenis campuran berlayar dari Paspayau tujuan Tarakan.
Namun, daalam perjalanannya perahu yang digunakan Herman mengalami kecelakaan laut dan mengakibatkan perahu tenggelam di sekitar lampu hijau dekat perairan pulau sadau dikarenakan gelombang besar.
“Saat perahu longboat dengan muatan kayu olahan tenggelam ini, motoris kapal, Herman dan Nahar memegang satu buah kayu yang mengapung untuk bertahan dari gelombang. Sedangkan Ibrahim hanyut menjauh dengan memegang jerigen minyak dan satu buah kayu untuk mengapung,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Perwira urusan Subbag Humas, Ipda Deni Mardiyanto ketika dikonfirmasi, Minggu (30/7) kemarin.
Sekitar beberapa menit terapung dilaut, tidak lama kemudian Ibrahim dan Nahar melihat cahaya lampu kapal. Nahar langsung mengajak Ibrahim berenang ke kapal yang sudah terlihat lampunya.
“Nahar mengatakn kepada Ibrahim, om ayo kita kesana. Lalu Ibrahim bersama Nahar melepas kayu yang dia pegang untuk berenang menuju cahaya kapal itu. Waktu dalam perjalanan berenang menuju ke cahaya kapal, Nahar berteriak kepada Herman om saya tidak kuat lagi berenang,” kata Ipda Deni menceritakan detail kejadian sebelum Nahar hilang dilaut.
Mendengar keluhan Nahar, Herman kembali lagi berenang mencari kayu untuk menyelamatkan Nahar. Namun, naas setelah Herman mendapati kayu yang mengapung, ia sudah tidak lagi mendengar suara Nahar dan akhirnya Herman terbawa arus smpai ke pelabuhan Tengkayu 1 dan di tolong oleh orang yang saat itu ada dikapal sekitar Pelabuhan Tengkayu 1.
“Sedangkan Ibrahim terbawa arus ke kapal depan perairan Bandara dan di tolong oleh orang kapal disekitar situ. Setelah ditemukan warga, langsung dilakukan pencarian terhadap Nahar dan Herman langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polair, jadi segera turun membantu pencarian juga,” ungkap Ipda Deni.
Disinggung soal izin kayu yang dibawa Herman, Deni mengaku saat ini masih dilakukan pengembangan dan pemeriksaan terhadap Herman dan Ibrahim. “Kayunya memang ilegal dan tanpa izin, tapi kita kesampingkan dulu sementara masih melakukan pencarian terhadap korban Nahar. Tapi, pemeriksaan terhadap Herman tetap kita lanjutkan,” tegasnya.



Lazada Indonesia