Home » Utama » Disperindagkop Sebut Videotron Pasar Induk Sedang Diperbaiki

Disperindagkop Sebut Videotron Pasar Induk Sedang Diperbaiki

Disperindagkop Sebut Videotron  Pasar Induk Sedang Diperbaiki
Mati Total Kondisi videotron yang ada di pasar Induk saat ini tidak sesuai fungsinya.

TANJUNG SELOR – Keberadaan videotron di beberapa titik Ibukota Bulungan, terkesan mubazir karena tidak menujukkan informasi sesuai fungsi pengadaannya. Satu contoh dianggap penting adalah yang berada di Pasar Induk Tanjung Selor sebagai publikasi harga kebutuhan pokok yang diperjualbelikan. Pemkab Bulungan melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM memberikan penjelasan terkait aset yang tidak beroperasi tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan, Hamri Efendy menyebut videotron membutuhkan pendingin yang saat ini mengalami kerusakan. “Tujuan utama memasang itu untuk menampilkan harga sembako, agar warga melihat harga, misalnya gula sekian, itu sudah bisa terlihat. Tapi karena AC (pendingin) mati, jadi tidak berfungsi sampai saat ini,” terangnya kepada Koran Kaltara, Kamis (10/8) kemarin.
Hamri mengakui selama ia menduduki jabatan sebagai Kepala Bidang Perdagangan pada awal Januari 2017 hingga saat ini, sama sekali belum pernah melihat videotron tersebut berfungsi. Aset yang pengadaannya tahun 2014 lalu itu sudah tidak berfungsi di akhir Desember 2016.
“Kalau tidak salah itu Desember 2016 sudah tidak fungsi. Sampai saat ini saya di perdagangan memang tidak nyala. Tapi saya dengar itu sudah dalam perbaikan, karena kemungkinan juga bukan hanya AC saja yang rusak tetapi ada beberapa alat,” ungkapnya.
Ditemui dikolasi berbeda, salah seorang warga yang beraktivitas di pasar, Andi (41) mengatakan, videotron yang ini sudah lama tidak dapat mendukung kegiatan jual-beli. Penyebab tidak menyalanya videotron tersebut pun ia tidak tahu. Namun, kata dia, terakhir melihat videotron beroperasi di akhir 2016 lalu.
“Sudah lama sekali gak nyala. Kurang tahu juga apa sebabnya. Biasanya itu kalau nyala, harga-harga sembako ditampilkan, seperti harga gula, beras, tepung, semua bahan pokok kebutuhan sehari-hari ditampilkan,” terang Andi.
Ia menilai, keberadaan videotron yang tidak digunakan hanya terkesan mubazir. Terlebih bagi masyarakat selaku konsumen menjadikan layar lebar ini sebagai referensi sebelum berbelanja. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengoperasikan kembali aset sekaligus media bagi konsumen di Pasar Induk Tanjung Selor. 



Lazada Indonesia