Home » Patroli » Penyidik Kembali Periksa Tersangka

Penyidik Kembali Periksa Tersangka

TARAKAN – Usai membeberkan hasil otopsi yang gagal menemukan penyebab kematian bayi freezer, penyidik Satreskrim Polres Tarakan kembali memanggil tersangka, ibu kandung bayi berinsial S untuk diperiksa.
Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Perwira Urusan Subbag Humas Ipda Deni Mardiyanto menuturkan, S diperiksa kembali Kamis (10/8) oleh Unit Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tarakan.
“Hari ini dari Unit PPA Satreskrim Polres Tarakan kembali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Pemeriksaan ini dilakukan atas dasar dari hasil otopsi yang sudah diterima resmi dari RSUD Tarakan,” ujarnya.
Sementara, kata Deni, hingga sore pemeriksaan terhadap S masih berlangsung. Sehingga dirinya belum bisa membeberkan hasil dari pemeriksaan lanjutan tersebut. Pemeriksaan tersebut untuk mencocokkan hasil otopsi dengan pengakuan S.
“Selain pemeriksaan S, penyidik juga masih mengembangkan pemeriksaan saksi-saksi teman tersangka berinisial TN. Ini pemeriksaan masih berlangsung, belum selesai jadi kemungkinan sore baru kita bisa dapatkan informasi hasil pemeriksaan. Nanti, kalau ada hasil perkembangan akan kita informasikan,” imbuhnya.
Menurut dia, pemeriksaan terhadap teman S, untuk memastikan siapa saja yang mengetahui tentang kehamilan S, apakah suami, ibu kandung maupun teman dekat S. Sedikitnya, ada sekitar 7 orang saksi yang sudah dipanggil dan diperiksa penyidik.
Namun, terkait apa saja keterangan orang-orang dekat S ini, Ipda Deni menolak memberikan rincian.
“Yang jelas, selain untuk mengetahui siapa saja yang tahu tentang kehamilan S, juga lebih mendalam lagi sejauh mana hubungan S ini. kemudian, apakah S pernah bercerita, atau menyampaikan tentang apakah ada rencana S sejak awal membunuh atau menggugurkan bayinya, tetapi saat ini masih sementara berlangsung pemeriksaan,” bebernya.
Dia mengatakan bahwa pemeriksaan masih seputar orang-orang terdekat dan tersangka sendiri. Setelah itu baru penyidik akan mengembangkan hasil otopsi melalui keterangan saksi ahli dokter forensik yang melakukan otopsi terhadap bayi malang tersebut.
Soal kondisi psikologis anak pertama S yang saat ini diasuh ibu kandung S, diungkapkan Deni, masih dalam kondisi sehat dan stabil, meskipun sudah berpisah dari S sepekan ini. Sedangkan, untuk psikologis S sejak awal ditahan hingga pemeriksaan ketiganya ini sudah lebih stabil dibandingkan sebelumnya.
Disinggung soal pengakuan S yang melahirkan sendiri pada 28 Mei lalu sekira pukul 06.00 Wita, sementara didalam rumah milik suami siri S ini, tersangka tinggal hanya berdua dengan anaknya, Deni mengaku sulit memastikan anak pertama S yang berusia 2,5 tahun ini melihat langsung proses melahirkan bayinya.
“Kalau dari keterangan S, saat itu anak pertamanya sedang tidur. Sedangkan, kita tidak mungkin juga mengambil keterangan dari anaknya karena usianya masih 2 tahun. Sedangkan kondisi rumah S kan jauh dari rumah lainnya, sehingga tidak ada tetangga yang mendengar tangisan bayi pada saat S melahirkan,” pungkasnya.
Soal beredarnya kabar di masyarakat bahwa S sengaja membunuh bayinya karena seluruh kepemilikan harta, seperti rumah, mobil dan usaha yang dijalaninya masih atas nama suaminya, Ipda Deni tidak membenarkan kabar tersebut.
“Makanya masih kita gali lagi, dari pihak penyidik tidak langsung percaya saja dengan keterangan S yang sudah-sudah. Ini kita juga terus melengkapi bukti-bukti yang mendukung keterangan S dalam pemeriksaan,” tegasnya.
Sebelumnya, Rabu (2/8) pekan lalu, sekitar pukul 19.30 Wita, warga RT 11 Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah digegerkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang ternyata sudah disimpan didalam freezer pencucian mobil Jalan Pulau Bunyu sejak Mei lalu.
Kondisi bayi yang masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya ini, saat ditemukan polisi beserta warga sudah dalam keadaan membeku, terbungkus dalam plastik berwarna hitam dan bercampur dengan makanan beku didalam freezer, kotak pendingin yang terletak dibagian belakang pencucian mobil tersebut. 



Lazada Indonesia