Home » Patroli » Bunuh Bayinya, Sang Ayah Terancam Hukuman Mati

Bunuh Bayinya, Sang Ayah Terancam Hukuman Mati

Bunuh Bayinya,  Sang Ayah  Terancam Hukuman Mati
ILUSTRASI

JAKARTA - Polisi menetapkan Faisal Amir (26), ayah bayi Kairin Anasya Ameru yang tewas di Apartemen Gading Nias, Jakarta sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana. Atas ulahnya ini, Amir terancam hukuman mati jika terbukti merencanakan pembunuhan putrinya.
Amir dijerat dengan pasal 340 KUHP subsidair pasal 338 KUHP. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Amir terancam hukuman mati jika terbukti merencanakan pembunuhan putrinya.
“Kalau kena Pasal 340 kan perencanaan, bisa hukuman mati. Kalau kena (pasal) pembunuhan bisa 15 tahun lebih,” kata Argo, Kamis (10/8) pagi.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono sebelumnya menjelaskan Amir diduga membunuh karena kesal mendengar bayi Kairin menangis terus-terusan. Amir diduga sempat memukul bayinya sebanyak 3 kali, dengan harapan berhenti menangis.
“Pelaku ini adalah ayah biologis dari korban (Kairin). Ayah korban ini merasa jengkel karena putrinya menangis terus sedangkan dia sedang pusing karena sakit kepala,” ujar Dwiyono saat jumpa pers di Mapolsek Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (9/8).
Dwiyono juga mengatakan, Kairin malah menangis semakin keras setelah dipukul sang ayah. Karena kesal Amir membekap muka Kairin menggunakan bantal.
“Karena masih terus menangis kemudian dia menutup dengan batal hingga tewas,” ucap mantan Kapolres Kota Depok tersebut.
Atas perbuatannya Faisal dikenai pasal 340 KUHP subsidair pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau selama-lamanya penjara 20 tahun.
Sebelumnya diberitakan, Kairin ditemukan tewas pertama kali oleh ayahnya pada Selasa (8/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Ketika itu, Amir mengaku baru bangun dari tidur siang.
Sementara itu, polisi berencana melakukan tes psikologi dan narkoba terhadap Faisal Amir (26), yang membunuh bayinya. Tes akan dilakukan siang ini di Polda Metro Jaya.
“Betul. Sementara kita cek kondisi psikologi dulu di Biro Psikologi Polda. Siang ini kita bawa ke sana. Kalau kejiwaannya kan nanti kita bawa saksi ahli,” kata Kapolsek Kelapa Gading Kompol Arif Fazlurahman.
Selain itu, Amir akan kembali menjalani tes narkoba. Setelah tes urine yang dijalaninya menunjukkan hasil negatif, dilakukan cek darah.
“Betul, nanti dari sana kita bawa. Kalau tes narkoba dari urine sudah, hasilnya nihil. Negatif. Tapi nanti kita cek dari darah, apakah memiliki riwayat sebelumnya. Jadi hasilnya agar lebih akurat lagi,” ujar Arif. 



Lazada Indonesia