Home » Politik » Tolak Mundur, Setya Novanto Tunggu Putusan Praperadilan

Tolak Mundur, Setya Novanto Tunggu Putusan Praperadilan

Tolak Mundur, Setya Novanto Tunggu Putusan Praperadilan
Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto tengah dirawat di rumah sakit dengan sejumlah alat medis terpasang di badannya.

JAKARTA – Politikus senior Golkar Ahmadi Noor Supit membenarkan beredarnya surat yang dikirim Sekjen Idrus Marham terkait instruksi Ketua Umum Golkar Setya Novanto agar rapat pleno, Jumat (29/9) ditunda. Supit menekankan ada keinginan Novanto untuk menunggu putusan praperadilan.
“Iya betul itu surat yang dikirim Sekjen ke semua anggota dan pengurus. Ditunda dulu pleno besok (hari ini, red), kan besok juga tunggu praperadilan. Besok kan putusan praperadilannya,” kata Supit dikutip Viva, Kamis (28/9).
Dia mengatakan memang ada informasi bahwa Novanto ingin menunggu putusan praperadilan. Hal ini diperkuat instruksi dari Sekjen Idrus Marham. Ia tak menampik surat ini sebagai penegasan bahwa Novanto belum bersedia nonaktif dari jabatan Ketua Umum DPP Golkar.
“Ya bisa dikatakan begitu belum bersedia nonaktif, mundur. Mungkin beliau masih punya keyakinan menang di praperadilan besok, ya kita tunggu saja,” tutur Supit.
Menurut Supit, memang isu dorongan Novanto mundur membuat internal Golkar terbelah. Ada suara yang mendukung Novanto karena alasan manusiawi dengan kondisinya sakit komplikasi dan masih dirawat di rumah sakit. Namun, ada suara kritis agar Novanto bersedia non aktif dan segera menunjuk Plt Ketua Umum.
“Ya itu membuat kita terancam pecah. Mungkin Pak Novanto bisa legowo mundur kalau praperadilan gugurkan gugatannya. Ya itu saja, kita lihat besok bagaimana,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam surat yang beredar dan ditandatangani Idrus Marham menekankan permintaan agar kader Golkar ikut mendukung upaya perjuangan Novanto dalam proses praperadilan. Novanto mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait status tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.
Dijadwalkan, putusan praperadilan Novanto akan dibacakan pada hari ini, 28 September 2017.
Adapun agenda pleno Golkar pada hari ini, membahas mendengarkan hasil jawaban Setya Novanto atas rekomendasi politik penonaktifan dan penunjukan Plt Ketum. Tim Kajian Golkar yang digawangi Yorrys sebelumnya meminta agar Novanto non aktif dan segera menunjuk Plt Ketua Umum. 



Lazada Indonesia