Home » Advertorial » Ritual Adat Tandai Puncak HUT ke-57 Bulungan

Ritual Adat Tandai Puncak HUT ke-57 Bulungan

Ritual Adat Tandai Puncak HUT ke-57 Bulungan
RITUAL ADAT – Bupati Bulungan H. Sudjati saat mengikuti sejumlah ritual adat Bulungan dalam rang ka hari jadi, Kemarin (12/10)

TANJUNG SELOR – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Kabupaten Bulungan dan Kota Tanjung Selor yang ke-227, ditandai dengan ritual adat oleh lembaga adat di komplek Kesultanan Bulungan, Tanjung Palas, Kamis (12/10) kemarin. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, ketika peringatan hari jadi.
Bupati Bulungan H. Sudjati dalam kesempatan itu menyampaikan, kegiatan ritual adat menjadi sarana untuk kembali melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah yang menjadi warisan tradisi dan kekayaan bangsa. Khususnya masyarakat Tanjung Palas dan Bulungan pada umumnya.
“Ritual adat seperti birau merupakan bagian dari sejarah kesultanan Bulungan. Masa kesultanan Bulungan hingga terbentuknya Kabupaten Bulungan bersadarkan UU Nomor 27 tahun 1959, merupakan sejarah panjang perkembangan daerah hingga saat ini. Oleh karena itu, melalui momen ini kita dapat mengambil hikmah dan semangat terus termotivasi dalam membangun daerah kita Bulungan,” ujarnya.
Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat di Bulungan agar bisa menjadikan momentum kali ini sebagai sarana intropeksi terhadap apa yang telah dan akan dilakukan. Demi kemjuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bulungan.
Menurutnya untuk itu harus dilandasi rasa memiliki, komitmen yang sungguh-sungguh dan semangat kebersamaan untuk memajukan bumi tenguyun. “Insya Allah dengan begitu kemajuan daerah secara bertahap dapat kita wujudkan,” katanya.
Selain itu, Bupati juga kembali menghimbau agar seluruh masyrakat dapat melestarikan budaya tradisional agar tidak terlupakan oleh generasi penerus. Karena melalui kegiatan itu juga dapat kembali membangkitkan dan mengajak generasi muda untuk mengenal kebudayaan yang ada.
“Mari bangun semangat kebersamaan dan gotong royong, tingkatkan rasa kebersamaan senasib dan sepenanggungan dalam membangun daerah, bisa dimulai dari melestarikan budaya yang ada,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia