Home » Utama » Warga Keluhkan Kartu BPJS Tak Bisa Digunakan

Warga Keluhkan Kartu BPJS Tak Bisa Digunakan

TANJUNG SELOR - Merasa dirugikan karena meski sudah terdaftar, kartu BPJS-nya tak bisa digunakan, salah satu warga Desa Gunung Putih, Tanjung Palas mengeluh.
Warga yang mengalami kecelakaan lalulintas tunggal akibat out of control beberapa waktu lalu itu, hingga kini harus dirawat ke RSD Tanjung Selor. Pihak keluarga kaget dan kecewa, saat hendak manfaatkan Kartu BPJS Kesehatan miliknya, kartu tersebut tidak bisa digunakan untuk membiayai pengobatan. Dikarenakan BPJS Kesehatan meminta laporan polisi, jika memang yang bersangkutan adalah korban kecelakaan.
“Tadi saya sudah ke Polres, tapi ribet ngurusnya harus ini itu. Kenapa kok tidak sama dengan luka saat jatuh bisa yang tidak harus mengurus laporan ke kepolisian,” keluh Marlina, salah satu keluarga dari pria yang mengalami kecelakaan tersebut.
Padahal, menurutnya, progam jaminan kesehatan masyarakat tersebut, sangat dibutuhkan dirinya untuk membayar biaya di rumah sakit. Dia juga mengaku, saudaranya tersebut adalah salah satu peserta BPJS yang rutin membayar iuran setiap bulanya. “Percuma jika punya BPJS tapi tidak bisa digunakan,” kesalnya.
Sementara itu, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 tahun 2016, tentang Jaminan Kesehatan, ada 17 item pengobatan yang tak ditanggung BPJS. Aturan itu berlaku mulai 1 Maret 2016 lalu. Namun untuk kecelakaan lalulintas tunggal akan ditanggung BPJS dengan syarat harus ada laporan dari polisi.
Dikonfirmasi terkait persoalan itu, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Lantas Polres Bulungan AKP Aditya R Suharto saat ditemui Koran Kaltara mengungkapkan, sesuai dengan edaran presiden terkait jaminan sosial seluruh pengobatan yang di akibatakan oleh kecelakaan lalulintas harus dilengakapi dengan laporan kepolsisian, termasuk out of control.
“Kalau produk kepolisian jelas harus pemeriksaan, baik itu pemeriksaan lapangan dan saksi baru kami bisa mengelurkan hasil laporan kepolisian,” ungkap Aditya.
“Tidak mungkin laporan kepolisian itu keluar tanpa diketahui penyebab kecelakan, akibat kecelakaan seperti apa? Bukan kami ingin mempersulit pasien yang ingin memanfaatkan BPJS, namun kami punya prosedur dan laporan kepolisian pasti akan kami keluarkan. Kami juga minta warga juga mengeti standar untuk mengurus laporan polisi,” sambungnya.
Aditya menguraikan, untuk anggota BPJS kesehatan yang mengalami kecelakaan, bisa saja diperlakukan berbeda. Ambil misal saja, orang yang jatuh dari pohon dengan orang yang jatuh dari sepeda motor di jalan raya. Walaupun sama-sama patah tulang, BPJS membedakan mereka dalam hal pemanfaatanya. karena dalam maslah tersebut anggota BPJS yang jatuh di jalan raya harus mengurus laporan kepolisian untuk mendapatkan klaim biaya pengobatan. Sementara yang jatuh dari pohon bisa langsung mendapatkan klaim biaya pengobatan. “Karena memang aturannya demikian,” tandasnya. 



Lazada Indonesia