Home » Politik » Setya Novanto Hadiri Rapim Perdana Pasca Sakit

Setya Novanto Hadiri Rapim Perdana Pasca Sakit

Setya Novanto Hadiri Rapim  Perdana Pasca Sakit
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik ( e-KTP).

JAKARTA - Ketua DPR RI Setya Novanto menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) perdana pada Kamis (12/10), pasca sembuh usai menjalani perawatan karena sakit.
“Rapat Pimpinan DPR tadi dipimpin Pak Fadli Zon, Pak Novanto sudah hadir dan aktif kembali. Rapat tadi membahas surat-surat masuk,” kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung Nusantara III, Jakarta, Kamis.
Taufik mengatakan, dalam Rapim tersebut Novanto masih banyak mendengarkan surat-surat apa yang masuk ke Pimpinan DPR.
Dia mengatakan Rapim itu hanya membahas surat-surat masuk dan belum ada keputusan atau kebijakan yang diambil dari Rapim tersebut.
“Rapim tadi membahas surat-surat masuk, seperti biasa dan tentunya setelah itu ditindaklanjuti dengan rapat internal. Ya sifatnya hanya konsolidasi untuk jadwal dari DPR,” ujarnya.
Berdasarkan akun resmi Novanto di media sosial, terdapat foto-foto yang memperlihatkan Novanto menghadiri Rapim bersama tiga pimpinan DPR lainnya yaitu Taufik Kurniawan, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon.
Rapim itu di antaranya membahasa permohonan “courtesy call” Duta Besar Kamboja untuk Indonesia, surat penjelasan Badan Anggaran DPR tentang Perubahan Asumsi Dasar Makro yang telah ditetapkan Komisi VII DPR.
Selain itu membahas penjadwalan pembicaraan Tingkat II RUU tentang Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri (PPILN).
DIMINTA FOKUS KE PARTAI
Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono meminta agar Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto fokus mengejar semua ketertinggalan. Tidak hanya itu, ia juga ingin Novanto bisa menaikkan elektabilitas partai.
“Saya minta ke Pak Novanto supaya beliau bisa full time di partai untuk mengejar ketertinggalan. Saya yakin bisa mengejar ketertinggalan, termasuk insya Allah bisa meningkatkan elektabilitasnya lagi,” kata Agung di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10).
Ia pun meminta agar Golkar dinomorsatukan. Sebab, partainya membutuhkan penanganan langsung dalam memberikan dukungan ke DPP.
“Saya sarankan untuk full time lah, mohon supaya dinomorsatukan partai karena memerlukan tangan langsung dukungan DPP sehingga tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kegaduhan internal lagi,” kata Agung.
Sebelumnya, Sekjen Golkar, Idrus Marham, menargetkan partainya mencapai angka-angka fantastis untuk memenangkan pilkada, pileg, dan pilpres.
“Pileg kami akan mencapai antara 120-130 kursi. Kami pastikan kehadiran Partai Golkar sebagai pendukung Jokowi pada pemilu 2019 akan mencapai hasil spektakuler minimal lebih dari 65 persen,” kata Idrus.
Sebelumnya, Setya Novanto dikabarkan sakit dan dirawat RS Premier sejak 18 September dan baru keluar pada Senin (2/10) malam. Pada , Selasa (10/10), Novanto sudah kembali bekerja di ruangannya, di Gedung Nusantara III, Jakarta.
Novanto juga diketahui masuk kerja bukan dari pintu masuk Gedung Nusantara III yang biasa sering digunakan Pimpinan DPR untuk menuju ruangannya masing-masing, namun diduga melalui pintu belakang Gedung Kesekjenan DPR. 



Lazada Indonesia