Home » Nasional » Jokowi Siapkan Tanjung Selor Jadi Kota Mandiri di Perbatasan

Jokowi Siapkan Tanjung Selor Jadi Kota Mandiri di Perbatasan

Jokowi Siapkan Tanjung Selor  Jadi Kota Mandiri di Perbatasan
PRESIDEN Joko Widodo ketika tiba di Tanjung Selor, dalam rangka kunjungan kerja ke Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) 2015-2019 dan Nawa Cita, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin membangun Indonesia dari pinggiran. Salah satunya adalah dengan membangun sepuluh Kota Baru Mandiri (KBM).
Salah satu kota baru mandiri itu adalah Tanjung Selor, yang merupakan Ibu Kota Provinsi termuda di Indonesia, Kalimantan Utara. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ikut memberi dukungan dengan pembangunan infrastruktur di Tanjung Selor.
“Akan masuk investasi besar ke sini di sektor pembangkit listrik tenaga air mengingat besarnya potensi yang dimiliki Kalimantan Utara. Tadi saya sudah tanya kepada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati Bulungan, sudah disiapkan 11 ribu hektar,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan resminya, Kamis (12/10).
Guna mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang dari dan ke Kota Tanjung Selor, Kementerian PUPR membangun jalan dan jembatan sebagai pembentuk struktur ruang kota. Di antaranya pembangunan jalan yang menghubungkan Tanjung Selor ke arah Tanjung Palas sepanjang 34,82 km yang telah dilakukan sejak tahun 2014 dan ditarget selesai pada tahun 2017.
Pembangunan jalan lainnya pada ruas Tanjung Palas-Sekatak sepanjang 65,13 km menuju Kabupaten Malinau. Jalan tersebut berfungsi sebagai akses menuju perbatasan yang dibangun dengan anggaran tahun jamak 2017-2019 sebesar Rp165,3 miliar.
Dalam penyediaan air baku, pemerintah juga tengah menyelesaikan pembangunan Embung Tanjung Agung seluas 2,1 hektar dengan anggaran Rp 49 miliar. Embung multifungsi ini memiliki manfaat sebagai pengendali banjir dan pemenuhan kebutuhan air baku di Tanjung Selor dengan kapasitas tampung 61.430 meter kubik yang bersumber dari Sungai Kayan. Embung air baku ini nantinya bisa memenuhi kebutuhan 1.600 sambungan rumah (SR) atau 8.000 jiwa.
Kebutuhan air di Tanjung Selor saat ini memanfaatkan instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) Sabanar Lama dengan kapasitas 20 liter/detik yang dibangun dengan anggaran Rp 7,15 miliar. Selanjutnya pada tahun 2017, tengah dibangun IPA Gunung Seriang dengan volume 50 liter/detik dengan anggaran Rp 9,3 miliar dimana progresnya mencapai 95 persen.
Selain itu, kawasan permukiman baru juga tengah dikerjakan, berupa pekerjaan perkerasan jalan di Gang Sekumpul dan Gang Jambu, serta pembangunan taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) di tepi Sungai Kayan. Taman yang nantinya akan menjadi ikon Kota Tanjung Selor ini progresnya sudah mencapai 35% dan ditargetkan selesai pada akhir 2017 dengan anggaran Rp 14,6 miliar.
“Pekerjaan taman harus dikerjakan serius dengan sentuhan nilai. Begitu pula kualitas tanaman dan pohonnya harus dipilih yang terbaik dan ditanam dengan baik pula, karena fasilitas ini akan langsung dirasakan masyarakat,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Dalam pembangunan taman, diingatkan pula agar pemadatan tanah dilakukan dengan sempurna karena sebagian kawasan Tanjung Selor merupakan lahan rawa. 



Lazada Indonesia