Home » Advertorial » Edukasi Siswa jadi Koncer

Edukasi Siswa jadi Koncer

Edukasi Siswa jadi Koncer
EDUKASI : Kepala Disperindagkop-UMKM Kaltara Hartono berfoto bersama peserta Sosialisasi Konsumen Cerdas Siswa SLTA di Ruang Pertemuan Lantai 2 Hotel Crown, Tanjung Selor, Rabu (18/10).

TANJUNG SELOR – Adalah penting, bagi setiap masyarakat, khususnya kalangan pelajar untuk menjadi konsumen cerdas (Koncer). Adapun, yang dimaksud dengan Koncer adalah, konsumen yang memahami hak dan kewajiban konsumen sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, mengerti tugas dan fungsi lembaga perlindungan konsumen, mengerti cara bertindak apabila menemukan produk yang tidak memenuhi ketentuan, mengerti cara mengadu bila dirugikan, dan mandiri serta mencintai produk Indonesia.
“Program Kelompok Koncer bagi siswa, khususnya di tingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) sangat penting bagi Kaltara (Kalimantan Utara). Apalagi, Kaltara ini menjadi daerah yang begitu merebak barang konsumsi dari luar negeri, utamanya dari Malaysia (Sabah dan Sarawak),” kata Hartono, kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop-UMKM) Provinsi Kaltara Hartono saat membuka Sosialisasi Konsumen Cerdas Siswa SLTA di Ruang Pertemuan Lantai 2 Hotel Crown, Tanjung Selor, Rabu (18/10).
Yang menjadi permasalahan, peredaran produk luar negeri itu, kebanyakan ilegal. Utamanya, produk makanan dan minuman. “Perdagangan antar negara di wilayah perbatasan Kaltara itu sudah berlangsung cukup lama. Ini diperkuat dengan adanya agreement Sosekmalindo (Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia), dan yang terakhir dengan kebijakan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” urai Hartono.
Keberadaan produk luar negeri yang ilegal itu, sedianya selain membahayakan kesehatan pengonsumsinya, juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan kedaulatan bangsa. “Dari itu, sangat disarankan produk dalam negeri. Kalau, produk luar negeri kan belum diteliti kelayakan konsumsinya oleh BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan). Mungkin saja, produk makanan dan minuman dari luar negeri itu menggunakan bahan terlarang dan berbahaya seperti Garam Boraks (termasuk Bleng atau Cetitet), Formalin, Rhodamin B, Metanil Yellow, dan Melamin,” jelas Hartono.
Untuk itu, setiap konsumen, khususnya pelajar sebagai generasi penerus wajib dilindungi. Sebab, sejauh ini, kebanyakan mereka belum mengerti, pasrah, tak mau repot, kurang kritis dan tak tahu harus bagaimana apabila menghadapi permasalahan seperti ini. “Sedianya, apabila menghadapi persoalan pangan seperti ini, konsumen dapat mengadukannya ke pengadilan atau di luar pengadilan. Adapun alternatif penanganan sengketa konsumen di luar pengadilan, di antaranya antar para pihak atau langsung pada pelaku usaha, LPKSM (Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat), BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) terdekat, dinas provinsi yang membidangi perdagangan, atau pos layanan informasi dan pengaduan konsumen pada Direktorat Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan,” beber Hartono. 



Lazada Indonesia