Home » Utama » UMK Tarakan 2018 Diperkirakan Naik 9 Persen

UMK Tarakan 2018 Diperkirakan Naik 9 Persen

TARAKAN- Meskipun pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan 2018 baru akan dibahas pada 20 Nopember 2017 ini, namun diperkirakan ada kenaikan sekitar 9 persen dari besaran UMK tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi selama satu tahun terakhir.
Dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Tarakan, Zaini, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pembahasan besaran UMK 2018, yang nantinya akan diberlakukan mulai Januari hingga Desember 2018.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, bahkan besaran UMK selalu mengalami kenaikan, meskipun besaranya tidak selalu signifikan. “Kita mengacu pada besaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi, pembahasanya Insya Allah akan kita lakukan pada tanggal 20 Nopember. Pembahasan akan melibatkan pemerintah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, serikat pekerja, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Sedangkan untuk Dewan Pengupahan Kota (DEPEKO) kita tidak libatkan karena memang belum ada di Tarakan,” terangnya, belum lama ini.
Setelah ada angka yang pasti, akan diajukan ke Wali Kota Tarakan Sofian Raga untuk selanjutnya direkomendasikan ke Provinsi Kalimantan Utara untuk mendapatkan persetujuan dari Gubernur, dan akan diberlakukan pada tahun 2018.
“Kemungkinan besar ada kenaikan besaran UMK Tarakan, tetapi secara pastinya belum bias kita sebutkan sebelum ada rapat koordinasi terkait dengan hal ini. Kenaikan UMK Tarakan di tahun 2018 sekitar 9 persen. Tetapi lebih pastinya tunggu hasil rapat nanti, karena saat ini kita sedang melakukan persiapan untuk pembahasan UMK,” ungkapnya.
UMK 2017 Tarakan mencapai Rp 2.948.068 dan diperkirakan akan ada kenaikan sebesar 9 persen pada UMK 2018 mendatang, sedangkan untuk rumusan pernghiitungan angka UMK 2018 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. 



Lazada Indonesia