Home » Utama » Oknum Pegawai Disdik Dipolisikan

Oknum Pegawai Disdik Dipolisikan

MALINAU—Ditengah gencar-gencarnya aparat penegak hukum memberantas pungutan liar (pungli), rupanya masih saja ada oknum pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) yang masih berani memungut uang ‘jasa’ pada ratusan guru. Alasan uang ‘jasa’ itu, untuk biaya penerbitan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Dimana, oknum pegawai Disdik memita sebesar Rp35 ribu.
“Oknum itu sudah tangani polisi. Sudah ada pemanggilan tertuliss dari Polres Malinau. Ditujukan pada salah satu staff di Bidang Pendidikan,” ungkap Kepala Disdik, Esly Parir saat dikonfirmasi media Rabu (1/11) di kantornya.
Menurut dia, seyogyanya oknum pegawai Disdik tersebut dipanggil Rabu (1/11). Tapi, karena alasan banyaknya pekerjaan dan kegiatan kantor, maka yang bersangkutan tidak bisa hadir.
“Nah, sesuai informasi, panggilan kepolisian baru bisa dipenuhi olehnya besok (Kamis, hari ini). Polres memanggil oknum pegawai Disdik tersebut, untuk menindaklanjuti laporan sejumlah guru yang keberatan atas pungutan tanpa dasar hukum yang jelas tersebut,” kata Esly Parir.
Sebagai pimpinan, kata dia, dirinya telah mengetahui adanya pungli tersebut. Bahkan telah memanggil seluruh Kepala Bidang (kabid) untuk tidak melakukan pungutan yang tak memiliki dasar hukum.
“Setelah itu, saya menganggap persoalan ini tidak lagi ada. Ternyata, masih juga dijalankan. Sampai akhirnya ada sekelompok guru yang keberatan dan melaporkannya kepada polisi,” tandas Esly Parir.
Menurut Esly, isu yang beredar bahkan bukan hanya pungutan Rp 35 ribu tersebut. Tetapi, ada juga isu bahwa seorang guru harus mengeluarkan dana sebesar Rp 4 juta untuk terbitnya NUPTK.
“Lalu saya selidiki. Tapi isu ini tidak betul. Tidak ada guru yang menyerahkan dana sebesar itu. Selalu saya tegaskan pada semua staf untuk tidak macam-macam. Kalau berbuat tanggung sendiri resikonya. Saya terbuka, kalau memang ada kasus-kasus seperti itu lagi pada dinas saya, silahkan dibongkar saja. Sebab, itu sudah jelas melanggar hukum,” tegasnya.
Dia menduga pungli oleh oknum pegawai Disdik kemungkinan dilakukan kepada banyak guru. Sebab, jika hanya 1 atau 2 orang guru, tidak mungkin mencuat. “Kita serahkan saja kepada pihak kepolisian dan kita ikuti proses hukumnya,” pungkas Esly Parir. 



Lazada Indonesia