Home » Patroli » 9 Tahun Beraksi, Perampok Sadis Akhirnya Dibekuk

9 Tahun Beraksi, Perampok Sadis Akhirnya Dibekuk

9 Tahun Beraksi,  Perampok Sadis Akhirnya Dibekuk
PERAMPOK SADIS : Tiga tersangka perampok sadis yang sudah 9 tahun beraksi akhirnya berhasil dibekuk aparat kepolisian.

PALEMBANG - Tiga perampok sadis lintas provinsi di Sumatera berhasil dibekuk Polisi. Seluruh pelaku ditembak karena melawan saat akan ditangkap.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pelaku ditangkap usai beraksi sebanyak 21 kali di 4 provinsi yakni, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi dan Bengkulu. Saat beraksi, 2 korbannya tewas ditembak sejak 9 tahun terakhir.
“Pelaku ini sudah beraksi sejak 9 tahun lalu dan saya sebut sangat sadis saat beraksi, karena dari 21 lokasi perampokan 2 korban itu meninggal dunia usai ditembak. Saat akan ditangkap juga melakukan perlawanan, ya terpaksa kita tembak dia sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Zulkarnain saat rilis di Mapolda Sumsel Jalan Jenderal Sudirman Palembang, Kamis (9/11).
Masing-masing pelaku adalah Eko warga Bengkulu, Misgianto warga Banyuasin dan Gusti Komang Sujana merupakan warga Ogan Komering Ilir. Eko ditangkap di Bengkulu pada 30 Oktober, Misgianto ditangkap di Jambi pada 1 November dan Gusti Komang Sujana di tangkap di Lempuing Ogan Komering Ilir pada 4 November lalu.
Selain pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1 Kayu balok untuk mendobrak pintu rumah, tali tambang, 6 handphone, 4 pucuk senpi jenis revolver, 35 butir amunisi aktif, 16 butir selongsong amunisi dan uang tunai berikut 480 gram emas hasil rampokan.
“Saat beraksi pelaku ini akan merekrut warga tempatan untuk memetakan lokasi dan target perampokan. Jadi mereka kuasai wilayah yang akan dirampok dan memudahkan saat akan melarikan diri,” sambung Zulkarnain.
Aksi terakhir dilakukan pelaku di rumah toke kopi di kota Pagaralama, Sumsel pada 5 Agustus lalu sekitar Pukul 02.30 WIB. Pelaku mendobrak pintu rumah menggunakan kayu balok dan menembak korban hingga tewas, selanjutnya korban mengambil uang tunai sebesar Rp 500 juta dan melarikan diri.
Kepada polisi, pelaku mengaku usai melakukan perampokan akan membagi rata hasil dan membelikan untuk kebutuhan sehari hari seperti lahan, mobil dan rumah. Sehingga, selain perampokan polisi juga akan menjerat para pelaku dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
“Tidak hanya pasal perampokan, tapi juga TPPU akan kita kenakan pada pelaku. Kita kejar kemana uang hasil rampokan selama 9 tahun ini digunakan,” tutupnya. 



Lazada Indonesia