Home » Gaya Hidup » Gentlemen’s Pact, Tak Sekedar Aksesoris Bermotor

Gentlemen’s Pact, Tak Sekedar Aksesoris Bermotor

Gentlemen’s Pact, Tak Sekedar Aksesoris Bermotor

Ada banyak pengendara motor di negara ini. Sebagian menggunakan motor sekedar sebagai alat transportasi, sisanya menjadikan motor sebagai gaya hidup. Nah pada kelompok yang kedua ini, kultur bermotor bukan sekedar mendandani motornya atau kumpul-kumpul dan melakukan touring, tapi juga tampil dan bergaya ala rider.
Kultur sepeda motor ini bukan saja mendorong munculnya motor-motor baru, namun juga hal-hal yang menyertai gaya pengendaranya, seperti jaket, t-shirt, celana, sepatu, helm, kaos tangan dan lain-lain. Untuk mewadahi produk-produk lokal yang menyediakan perlengkapan pemotor itu, hadirlah Gentlemen’s Pact.
Seperti namanya, Gentlemen’s Pact merupakan kesepakatan yang lahir dari pemikiran para penggiat kultur sepeda motor, artwork, dan fashion di Indonesia untuk menyediakan perlengkapan berkualitas bagi pengendara motor.
“Agar brand yang tergabung di dalamnya bisa bersaing dan diakui pasar global, kami melakukan berbagai cara pemasaran, termasuk terlibat di Men’s Fashion Week September lalu, tampil di Istana Bogor pada peringatan Sumpah Pemuda, serta melalui konsep pop-up store di Lippo Mall Kemang Village ini,” ujar Heret Frasthio, penggagas Gentlemen’s Pact dari Elders Company saat pembukaan toko di mal di Jakarta Selatan itu.
Gentlemen’s Pact di Kemang ini menyediakan brand seperti Elders Company, Unionwell, Exodos 57, Thrive, Motocraft Kaboa, Four Speed, Chopperland, Kick Ass Chopper, Cathat, Txture. Kedux, Bead it, Revolt, NK13, Staycool Scoks, Saturdays, Tesmak, Crnkshift, Vern, dan Bulls Syndicate. Mulai dari kaos seharga Rp 125 ribu hingga helm Rp 4,5 juta ada di sana. Semuanya adalah produk-produk lokal, stylish dan inovatif, yang dibuat karena passion terhadap gaya hidup bermotor.
Menurut Heret, memang ada toko-toko dan brand-brand lain yang saat ini juga mengeluarkan perlengkapan untuk pemotor, karena tren ini makin digemari belakangan.
“Namun kami berbeda. Kami tidak sekedar jualan produk. Setiap barang yang kami hasilkan merupakan wujud dari kecintaan terhadap budaya sepeda motor. Ada misi untuk mengajak pelaku industri lokal menghasilkan produk yang berkualitas dengan passion yang sesuai dengan market dan gaya hidup masyarakat,” kata Heret.
Salah satu pencapaian komunitas ini, menurut Heret, adalah saat mereka didaulat tampil di Istana Bogor dan mendapat apresiasi langsung dari Presiden Jokowi. Dengan mengusung tema Dari Roda Dua untuk Indonesia, Gentlemen’s Pact menjadi salah satu penampil karya–karya kreatif khas anak muda yang beranekaragam. Hal ini sesuai dengan tema yang dicanangkan pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yakni Kita Tidak Sama, Kita Kerja Sama.
“Kita ajak insan permotoran untuk berkontribusi dalam memajukan industri kreatif di Indonesia pada acara Hari Sumpah Pemuda di Istana Bogor. Badan Ekonomi Kreatif mulai melihat dunia motor itu dinamis, kreatif dan memiliki unity sendiri dengan berbagai karya-karyanya yang unik. Karena itulah, kita mencanangkan gerakan Dari Roda Dua untuk Indonesia,” kata Heret.
Menurutnya apresiasi yang ditunjukan Presiden Jokowi terhadap industri custom culture akan membuka ruang para penggiat kreatif untuk lebih berkembang di pasar ekonomi nasional dan menembus pasar global.
“Tahun ini kita akan tampil di Yokohama Hot Rod Custom Show 2017 dengan membawa brand-brand lokal dengan konsep lebih baik mulai katalog serta display booth. Motor chopper kolaborasi KickAss Choppers dan Elders Garage yang sempat dinaiki oleh Presiden Jokowi juga akan kita bawa ke Jepang,” lanjut Heret. 



Lazada Indonesia