Home » Utama » Musim Hujan, Desa Rawan Banjir Diimbau Waspada

Musim Hujan, Desa Rawan Banjir Diimbau Waspada

TANA TIDUNG- Hujan yang kerapkali mengguyur disebagian daerah di Kabupaten Tana Tidung pada waktu malam hari, membuat warga khawatir, mengingat sejumlah desa rawan terjadinya banjir, sehingga pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengingatkan agar setiap desa yang menjadi titik rawan banjir untuk berhati-hati terhadap bencana banjir.
Kepala Pelaksana (Kalak) pada BPBD KTT, Asnar mengatakan bahwa desa di Kecamatan Muruk Rian dan Betayau termasuk Desa Gunawan dan Desa Sebidai di Kecamatan Sesayap menjadi langganan terjadinya banjir ketika hujan mengguyur daerah tersebut tak lebih dari dua jam saja sehingga diperlukan tindakan segera untuk mengantisipasi tidak timbulnya korban jiwa nantinya.
“Sepanjang beberapa tahun ini sejumlah desa yang rawan banjir kerapkali kita ingatkan untuk melakukan tindakan antisipasi berupa evakuasi secepatnya kerabat maupun keluarga yang ada dirumah ketika banjir itu datang, dan tindakan waspada saat hujan lebat apalagi sejumlah desa yang rawan banjir ini memang pemukiman masyarakat berada tak jauh dari sungai (bantaran sungai) makanya dengan hujan setiap malam tak menentu timbul kekhawatiran banjir akan terjadi lagi,” terangnya.
Ia menyebut hujan yang turun semalaman mengakibatkan meluapnya air sungai dan merendam bahkan menenggelamkan pemukiman yang ada di pinggiran sungai, berharap air hujan tak sampai merendam rumah-rumah warga, sebelumnya banjir terparah pada Tahun 2012 banjir mencapai dua setengah meter sehingga warga terpaksa harus dievakuasi ke tempat kerabat yang berada di kawasan darat, banjir tersebut menimpa Desa Buong Baru, Mendupo, Bebakung di Kecamatan Betayau dan Muruk Rian, termasuk Desa Gunawan dan Sebidai di Kecamatan Sesayap warganya harus menghentikan aktivitas hingga air benar-benar surut.
“Banyak kekhawatiran yang terjadi bila musim penghujan seperti saat ini apalagi warga yang tinggal di bantaran sungai memang sudah terbiasa dengan hal ini dimana mereka mencari penghasilan melalui kegiatan menjadi nelayan makanya aktivitas di sungai juga sulit untuk dilakukan normalisasi, pihak kami terus mengingatkan dan melakukan pemantauan, memastikan pula keadaan warga bantaran sungai dalam keadaan aman ketika banjir tersebut datang menghampiri,” ujarnya.
Listrik yang dipadamkan ketika banjir juga menjadi kendala tersendiri bagi pihaknya untuk melakukan evakuasi ditambah dengan minimnya peralatan dimiliki, kendati begitu pihaknya bersyukur dengan sikap sigap warganya yang membantu pihaknya melakukan evakuasi warga dengan menyiapkan perahu atau sampan kecil, pihaknya stand by di beberapa titik yang dijadikan pos jaga untuk memantau keadaan sungai.
“Jadi kalau sewaktu-waktu terjadi banjir ada personel yang siap melaporkan dan beberapa personel di kantor akan siap menurunkan bantuan, kami sangat berharap warga yang tinggal dibantaran sungai terutama yang menjadi titik rawan banjir untuk lebih waspada,” ujarnya. 



Lazada Indonesia