Home » Utama » Tiga Desa Punya Potensi Besar Produksi Padi

Tiga Desa Punya Potensi Besar Produksi Padi

TANA TIDUNG- Tiga desa yang ada di Kecamatan Sesayap dan Sesayap Hilir memiliki potensi besar untuk hasil produk pertanian lokal, yakni Desa Sesayap dan Desa Tideng Pale Seberang di Kecamatan Sesayap Hilir, serta Desa Sedulun di Kecamatan Sesayap. Ketiga desa ini menjalankan program unggulan penanaman padi mina di tahun 2017 dengan rata-rata luasan garapan sekitar 2,5 Hektar.
Sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Kelautan pada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Rudi, bahwa dengan besarnya potensi dimiliki ketiga desa ini dalam beberapa tahun kedepan diyakini produk lokal khususnya beras tak lagi mengandalkan produk dari luar daerah untuk konsumsi masyarakat, apalagi padi mina sendiri hanya membutuhkan bibit yang ditabur sedikit jumlahnya sementara hasilnya lebih maksimal.
“Pengembangan padi ini akan membawa manfaat besar bagi hasil produk lokal nantinya, selama ini yang menjadi kesulitan bagi masyarakat yakni tingginya harga beras di pasaran lantaran masih berharap pasokan beras dari luar daerah yang dilakukan oleh sebagian besar pedagang makanya perlu dilakukan pengembangan penanamannya,” terangnya.
Rudi menyebut tingginya biaya yang harus ditanggung oleh pedagang untuk memasok beras dari luar daerah seperti Tarakan, Bulungan hingga Pulau Jawa dan Sulawesi membuat harga pasaran beras sendiri terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga pasaran di sejumlah daerah khususnya di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sehingga seringkali produk lokal dipertanyakan mengingat luasnya lahan yang dimiliki oleh kabupaten ini.
“Banyaknya lahan yang tidak digarap dengan baik (tidak produktif) padahal kita sendiri memiliki lahan yang cukup luas dan subur, artinya potensi lahannya cukup untuk ditanami berbagai produk lokal, petani juga perlu dimotivasi supaya bisa menghasilkan lebih lagi ketimbang hanya cukup untuk dikonsumsi saja seperti yang dilakukan oleh petani selama ini, bertanam dengan cara tradisional (menugal) atau menanam didaerah perbukitan, pegunungan dengan harapan minim irigasi (pengairan) akan tetapi hasilnya tidak maksimal dan lebih fokus untuk konsumsi petani itu sendiri saja tanpa memikirkan bagaimana menghasilkan untuk dijual,” urainya.
Pihaknya sendiri siap mensubsidi apa yang dibutuhkan oleh para petani dengan target peningkatan hasil produk lokal agar dapat dipasarkan tidak hanya diseputaran KTT saja namun juga hingga bisa menjadi pemasok bagi daerah lainnya, untuk ketiga desa ini sendiri selain lahan yang disiapkan (2,5 ha) tiap desa juga pihaknya membangun gudang bagi penyimpanan hasil produk nantinya supaya mudah untuk dipasarkan.
“Bila ini ditekuni oleh para petani maka secara langsung akan dapat meningkatkan perekonomian mereka nantinya bahkan jaminan kesejahteraan akan mereka peroleh, asalkan tekun dan mau bekerja keras untuk terus menghasilkan, apa yang dibutuhkan pemerintah siap membantu dengan tujuan peningkatan hasil produk lokal yang dianggap masih sangat minim dan memberatkan masyarakat terutama dalam hal harga pasarannya, artinya bila hasil produk meningkat secara tidak langsung harga pasaran akan dapat ditekan dan mudah terjangkau kedepannya bagi masyarakat,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia