Home » Utama » Kakak Suruh Adik Kandung Jadi Kurir Narkoba

Kakak Suruh Adik Kandung Jadi Kurir Narkoba

Kakak Suruh Adik Kandung Jadi Kurir Narkoba
KURIR SABU : Tersangka RP dan NR (dari kiri ke kanan) kurir yang membawa sabu - sabu seberat 1 kg.

NUNUKAN – Seorang gadis putus sekolah berinisial NR (16) mesti mendekam di rumah tahanan (rutan) Mapolres Nunukan. NR ditangkap di Samarinda saat mau mengambil paket narkoba jenis sabu-sabu 1 kg yang dikirim dari Nunukan oleh tersangka RP, warga Balikpapan. Ironisnya, NR disuruh kakak kandungnya berinisial HN untuk mengambil kiriman sabu tersebut.
Kini NR dan RP mesti berurusan dengan aparat kepolisian, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara, HN melarikan diri dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi melalui Waka Polres Nunukan Kompol Rizal Muhtar menyampaikan bahwa tanggal 5 November, Satuan Reskrim Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nunukan berhasil mengungkap kasus narkotika golongan 1 jenis sabu – sabu yang di duga dari Tawau, Malaysia.
“Tersangkanya ada 2 orang, RP warga Balikpapan dan NR,” kata dia, Senin (13/11).
Awalnya, kata dia, tersangka RP ditangkap di PLB Liem Hie Jung Nunukan saat mengambil sabu dalam karung dan dikemas dalam bungkus teh cina.
“ Informasi dari hasil interogasi tersangka, sabu tersebut diambil sesuai petunjuk dari salah satu DPO yang berdomisili di Tawau. DPO tersebut menghubungi tersangka untuk mengambil barang tersebut di PLB Liem Hie Jung,” jelas dia.
Menurut dia, aparat kepolisian membawa anjing pelacak K-9 Polres Nunukan di PLB Liem Hie Jung. Alhasil, anjing pelacak berhasil menemukan benda dalam karung yang mencurigakan. Saat karung itu dibuka, ternyata berisi sabu 1 kg yang dikemas dalam bungkusan teh cina.
“Saat membuka karung tersebut, tersangka RP ikut menyaksikannya. Selain menemukan sabu dikemas dalam bungkus teh cina, aparat kepolisian juga menemukan ponsel yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pemilik sabu yang berada di Tawau,” ungkap dia.
Selanjutnya, kata dia, tersangka RP mengaku kalau sabu itu akan dikirim ke Samarinda. Lalu, tersangka RP bersama aparat kepolisian yang melakukan control delivery berangkat ke Samarinda, untuk mengungkap jaringan peredaran sabu 1 kg hingga ke Samarinda.
“Saat di Samarinda, tersangka diminta menghubungi pemesan sabu 1 kg berinisial HN. Berdasarkan petunjuk HN, nanti akan ada mobil yang mengambil barang tersebut,” ungkap dia.
Tidak lama kemudian, lanjut dia, mobil tersebut datang. Dan aparat kepolisian mengikuti mobil tersebut.
“Saat mobil tersebut berhenti untuk mengambil paket sabu 1 kg, aparat kepolisin langsung menangkap pelaku. Dan, ternyata bukan HN, tetapi NR yang disuruh HN mengambil kiriman paket sabu tersebut. Dimana, NR adalah adik kandung HN,” jelas dia. 



Lazada Indonesia