Home » Utama » Pengobatan Gratis HIV/AIDS Tak Maksimal

Pengobatan Gratis HIV/AIDS Tak Maksimal

MALINAU -  Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan di setiap daerah selalu memprogramkan kegiatan pengobatan gratis pengidap HIV/AIDS setiap tahunnya. Termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malinau.  Pelaksananya adalah RSUD dan Puskesmas-puskesmas.  Namun, program pengobatan tersebut dinilai masih belum maksimal. “Tahun ini juga ada. Pengobatan gratis kami lakukan secara berkala. Selain kegiatan sosialisasi dan penyuluhan HIV AIDS pada masyatakat umum atau instansi,” ungkap Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Malinau, Nursalam, Minggu (12/11) lalu.  Menurut dia, sejak awal tahun,  kegiatan pengobatan gratis  penderita HIV AIDS sudah dilaksanakan oleh RSUD Malinau dan Puskesmas.  Namun,  tidak semua pengidap HIV/AIDS mau melakukan pengobatan.  “Hasil pencatatan Dinkses, persentase pengidap yang mau berobat hanya sekitar 60 persen. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan angka pada tahun sebelumnya,  2016,” ungkap dia. Dia mengatakan tidak konsisteennya pasien berobat menjadi salah satu kendala penuntasan pengobatan pengidap HIV/AIDS di Malinau. “Tak sedikit pengidap yang putus di tengah jalan saat menjalani pengobatan.  Saat ini datang, tapi selanjutnya dia tidak datang lagi. Ini yang menyulitkan kami memberi pengobatan sampai tuntas. Penyembuhannya susah,” ungkapnya.   Padahal, imbuhnya, pengidap HIV yang baru  terjangkit  masih memiliki peluang disembuhkan melalui pengobatan yang intensif. Tidak konsisten pasien pengidap HIV/AIDS berobat membuat proses penyembuhan menjadi kacau. Padahal, sambung Nursalam, dalam upaya menekan pertumbuhan HIV/AIDS, maka pengobatan secara serius sangat diperlukan.  Mengingat,  jumlah pengidap HIV/AIDS di Malinau cukup tinggi. Tahun ini,  sudah tercatat 152 kasus. Bertambah 26 kasus dari tahun 2016.  



Lazada Indonesia