Home » Utama » PT AMNK Resmi Dipolisikan Warga

PT AMNK Resmi Dipolisikan Warga

PT AMNK Resmi  Dipolisikan Warga
PT ANMNK DIPOLISIKAN : Warga Desa Tanjung Lapang, Theodorus G Emanuel dan rekannya saat menyampaikan laporan dugaan pelanggaran lingkungan oleh PT AMNK ke Polres Malinau, Senin (13/11).

MALINAU - PT Artha Marth Naha Kramo (AMNK) akhirnya dilaporkan warga ke Polres Malinau, Senin (13/11) kemarin. Laporan disampaikan secara resmi oleh Theodorus G. Emanuel, warga Desa Tanjung Lapang Kecamatan Malinau Barat yang juga anggota Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltara.
Theodorus datang ke Polres Malinau bersama 2 rekannya, Suhaedi Asyegaf warga Malinau Kota dan Mahmud Bali, anggota LSM Lintas 9.
Laporan pengaduan warga terhadap dugaan tindak pidana lingkungan diserahkan ke petugas penerima pengaduan dan laporan masyarakat Polres Malinau sekitar pukul 11.00 Wita. Laporan tersebut diterima petugas untuk dilanjutkan ke pejabat yang berkompeten untuk menindaklanjutinya.
“Laporan sudah kami serahkan hari ini (Senin, kemarin) sekitar pukul 11. Sudah diterima petugas dan petugas akan menyampaikannya ke pimpinan,” ungkap Theodorus.
Warga melaporkan dugaan tindak pidana lingkungan yang dilakukan PT AMNK, karena membuang limbah tambang batubara pada 10 Novembet lalu. Dan, tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup Pasal 69 dan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pembuangan Air Limbah ke air atau sumber air, pasal 17 ayat 1.
“Kami berharap Polres menindaklanjuti laporan ini,” tegas Theodorus.
Theodorus juga mengungkapkan bahwa selain masalah dengan lingkungan, PT AMNK diduga masih memiliki masalah dengan negara. Dimana, PT AMNK, termasuk salah satu perusahaan tambang yang diduga belum melunasi kewajiban membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kami dapatkan informasi itu melalui salinan surat Kementerian ESDM Nomor 5560/84/DBN.PW/2017 tanggal 15 September 2017,” kata Theodorus.
Menurut Theodorus, surat tersebut menginformasikan pada ESDM Kaltara Theodorus bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI 2017 pada Kementerian ESDM, ditemukan tunggakan PNBP sebesar Rp409.173.036.584, 98. “Salah satunya dari AMNK yang belum membayar PNBP sebesar 15,500 dolar USA,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager (GM) PT AMNK Iwan Norman belum dapat memastikan soal tunggukan tersebut. “Saya masih tanya kantor di Jakarta,” kata dia saat dikonfirmasi media ini melalui pesan singkat whatsapp,.
Iwan Norman juga masih belum bisa memberikan tanggapan soal laporan warga ke Polres Malinau atas dugaan pidana lingkungan, karena membuang limbang tambang batubara ke Sungai Malinau. 



Lazada Indonesia