Home » Utama » Anggaran Jaminan Kesehatan Rp9,2 Miliar

Anggaran Jaminan Kesehatan Rp9,2 Miliar

Anggaran Jaminan Kesehatan Rp9,2 Miliar
HARI KESEHATAN : Layanan kesehatan oleh petugas Puskesmas Kecamatan se wilayah Kota Malinau dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-53 Minggu (12/11).

MALINAU - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau John Felix Rundupadang menyampaikan bahwa peralihan jaminan kesehatan ke BPJS telah mampu menekan jumlah anggaran yang harus dikeluarkan Pemerintah Daerah untuk pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat. Dibandingkan jaminan kesehatan sebelumnya, jaminan kesehatan melalui BPJS jauh lebih murah.
“Kalau sebelumnya, kami harus menghabiskan anggaran Rp16 miliar. Sekarang cukup dengan Rp9,2 miliar,” ungkap John Felix, Senin (13/11) usai penandatanganan kerja sama jaminan kesehatan antara Pemkab Malinau dengan BPJS.
Seyogyanya, penandatanganan kerja sama dilakukan Minggu lalu bersmaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53. Namun karena kondisi hujan, acara ditunda dan dilaksanakan Senin (13/11).
Menurut dia, alokasi anggaran yang tersedot untuk biaya jaminan kesehatan masyarakat mencapai Rp833 juta lebih setiap bulan.
“Pembayarannya per triwulan. Anggaran per triwulannya Rp2,5 miliar. Jadi sekarang tiap tahun kita hanya mengelurkan Rp9,2 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan dari APBD Kabupaten Malinau,” terang John Felix.
Meski anggaran yang dikeluarkan lebih kecil, namun John Felix memastikan kualitas pelayanan tidak lantas menurun. “Pelayanan sama, tetap baik. Bahkan ada beberpa program yang kami laksanakan kerja sama dengan BPJS dalam hal pelayanan dengan masyarakat,” tegasnya.
Memang, dia mengakui ada sedikit kekurangan. Misalnya, dalam hal ketersediaan obat. “Kadang kosong. Tapi itu karena stok habis. Dan dulu pun sebelum dengan BPJS terjadi kondisi seperti itu,” imbuhnya.
Diketahui, saat ini 99 persen penduduk Malinau sudah memiliki jaminan kesehatan yang pengelolaannya dilakukan BPJS. Sampai Oktober 2017, angka cakupan kepesertaan JKN-KIS telah mencapai 99% dari jumlah penduduk atau sebanyak 76.712 jiwa. Berarti, hanya tinggal 124 jiwa yang belum tercover dalam program JKN-KIS.
“Kami sedang upayakan agar seluruhnya tercakup BPJS. Termasuk di antaranya merangkum peserta dari salah satu lembaga pemerintah,” kata John Felix. 



Lazada Indonesia