Home » Patroli » Tim Saber Pungli Ungkap 1.316 Kasus

Tim Saber Pungli Ungkap 1.316 Kasus

JAKARTA - Kepala Satgas Saber Pungli Komjen Dwi Priyatno mengungkapkan pihaknya telah melakukan sebanyak 1.316 Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ribuan kasus tersebut berasal dari berbagai kasus pungutan liar di seluruh Indonesia.
Hal tersebut menjadi pencapaian tim saber dalam setahun menjalani tugasnya. “Kami telah melakukan 1.316 operasi tangkap tangan. Pungli banyak ditemukan di pendidikan, penegakan hukum, perizinan, dan kepegawaian. Hasil itu kami peroleh dalam setahun setelah Satgas Saber Pungli dibentuk,” kata Dwi Priyatno, di Jakarta, Minggu (12/11).
Menurut Dwi, kasus-kasus tersebut banyak ditemukan di daerah jika dibandingkan dengan di pusat.
Dari ribuan ott kasus pungli tersebut, sebanyak 300 kasus telah divonis pengadilan. Sisanya masih dalam proses lidik (penyelidikan), sidik (penyidikan), P-19 (berkas belum lengkap), serta penuntutan.
Untuk menekan terjadinya kasus pungli, pihaknya terus melakukan sosialisai mengenai pemberantasan praktik pungli kepada masyarakat.
Pihaknya berharap dengan sosialisasi pemberantasan pungli secara rutin, masyarakat berani untuk menolak adanya pungli serta mau melapor ke polisi bila mengetahui adanya praktik tersebut di lingkungan mereka.
Pemerintah pun saat ini gencar menerapkan sistem daring dalam pelayanan publik yang diantaranya tilang-e, samsat-e, dan paspor-e.
Hal tersebut tidak lain ditujukan untuk menekan praktik pungli dalam pelayanan masyarakat. Proses pun akan berjalan lebih lancar, cepat, serta menguntungkan bagi masyarakat.
Sejauh ini, menurut Dwi, kasus pungli dengan nilai terbesar yang pernah ditangani pihaknya ialah dalam kasus pungli oleh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Sejahtera (Komura) di kawasan pelabuhan peti kemas Palaran, Samarinda.
Awalnya, Tim Saber Pungli hanya menangkap tangan uang tunai Rp5 juta sebelum kembali mengungkap Rp6 miliar tambahan terkait dengan transaksi itu.
Namun, dalam pengembangan kasus, terdapat indikasi pemerasan, korupsi, serta tindakan pencucian uang. Hingga kini, total aset yang disita dari rekening perusahaan mencapai Rp256 miliar.
Dalam kasus tersebut, polisi menetapkan dua tersangka, yaitu Sekretaris Komura berinisial DHW dan Ketua Komura, JAG, yang juga anggota DPRD Provinsi Samarinda. Pihaknya pun sudah mengirim bukti-bukti ke jaksa dan pengadilan. 



Lazada Indonesia