Home » Kesehatan » Waspada, Jomblo Akut Ternyata Bisa Picu Kematian

Waspada, Jomblo Akut Ternyata Bisa Picu Kematian

Waspada, Jomblo Akut Ternyata Bisa Picu Kematian

TIDAK ada yang salah jika Anda memilih untuk hidup sendiri, dan setiap insan juga sah-sah saja jika ingin menikmati kesendirian. Namun berbeda jadinya jika kesendirian itu berubah menjadi sebuah rasa kesepian. 

Kesendirian dan kesepian adalah dua hal yang berbeda. Jika kesendirian yang menjadi pilihan dapat membuat pikiran lebih tenang dan rileks, maka kesepian bisa jadi bentuk awal dari depresi.

Dilansir Time Selasa (14/11), rasa kesepian ternyata dapat membahayakan dan memengaruhi kondisi kesehatan seseorang hingga menyebabkan kematian. Jika saat ini Anda sedang merasa kesepian, kenalilah empat hal berbahaya ini untuk segera diantisipasi.

 

Meningkatnya kadar kortisol

Hormon kortisol atau juga dikenal secara luas sebagai hormon stres. Ketika seseorang mengalami kesepian, tentunya rentan alami stres, sehingga tubuhnya banyak  memproduksi kortisol.

Seorang profesor psikologi dan neuroscience di Universitas Brigham Young, Julianne Holt-Lunstad mengatakan bahwa dalam kondisi normal, kortisol akan keluar sebagai pelindung sistem kardiovaskular dan kekebalan tubuh Anda, sehingga mampu mengatur metabolisme Anda dan lebih banyak lagi.

Tapi jika kortisol Anda meningkat secara kronis tentunya dapat menghancurkan sistem yang sama, sehingga berkontribusi pada penyakit jantung, diabetes, hingga kanker yang mematikan.

 

Peradangan kronis

Kesepian yang berakibat pada stres yang berlebihan ternyata dapat menyebabkan radang kronis. Direktur Harvard University’s Adult Development Survey, Dr. Robert Waldinger mengungkapkan bahwa peningkatan kortiso saat stres menimbulkan peradangan pada luka atau proses inflamasi, Meski demikian pelepasan protein darah yang lebih sistemik dapat  mempersiapkan sistem kekebalan tubuh untuk menghadapi bahaya atau cedera.

 

Diet yang buruk

Kesepian ternyata juga mengacaukan diet. Perasaan kesepian yang timbul mampu menstimulasi otak untuk terus makan. Tanpa sadar Anda akan menghabiskan satu mangkuk besar es krim, dan betah berlama-lama mengonsumsi camilan hingga waktu makan malam.

Di lain sisi, orang yang tinggal bersama cenderung memilih untuk memasak bersama atau pergi makan bersama ke luar. Mereka juga cenderung lebih terkonsep dalam memilih bahan makanan dan mempertimbangkan kadar nutrisi yang dikonsumsi pasangannya.

Sebuah penelitian di International Journal of Eating Disorders, menunjukkan bahwa dalam kondisi stres dapat meningkatkan bobot tubuh, terutama jika Anda mencoba untuk mengobati kesedihan atau depresi dengan makanan.

 

Malas berolahraga

Bersantai di sofa sambil menonton TV seharian merupakan hal yang paling menggoda bagi orang-orang yang kesepian. Padahal hal itu sangat buruk dilakukan,  Holt-Lunstad mengatakan bahwa olahraga adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatasi kesepian, stres dan depresi. Tak perlu olahraga berat, gerakan seperti jalan cepat pun, jika rutin dilakukan akan menimbulkan dampak yang signifikan. 



Lazada Indonesia