Home » Utama » Menunggu Persetujuan, UMK KTT Diperkirakan Rp2,6 Juta

Menunggu Persetujuan, UMK KTT Diperkirakan Rp2,6 Juta

TANA TIDUNG – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tana Tidung untuk tahun 2018 mendatang telah disusun dan akan direalisasikan. Akan tetapi masih menunggu persetujuan Bupati Undunsyah, Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja (Naker) pada Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Transmigrasi, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Hairul, Selasa (14/11).
Diakuinya, penerapan UMK KTT saat ini sudah bisa menentukan upah sendiri berdasarkan survei harga pasaran dan sejumlah tinjauan di lapangan sehingga diperkirakan UMK berkisar Rp2.655.900 hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan pada Bab V Bagian kesatu Pasal 47 dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomor 7 Tahun 2013 tentang upah minimum serta berita acara rapat usulan UMK pada 7 November yang lalu.
“Saat ini kita masih mengusulkan UMK KTT ke pemerintah daerah sebesar Rp2,6 juta dan ini masih menunggu tanda tangan persetujuan dari Bupati, Undunsyah secara langsung dan sebagai bahan pertimbangan bagi Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui surat ke Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kaltara,” terangnya.
Hairul menyebut dengan UMK tersebut sudah dipastikan akan dapat memaksimalkan peningkatan perekonomian masyarakat sebab telah terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya yakni Rp2,3 juta dan melihat kondisi harga barang di pasaran serta tingkat kebutuhan yang cukup tinggi di KTT daripada daerah lainnya di Kaltara, makanya pihaknya berharap dengan nilai tersebut akan mendapatkan persetujuan segera.
Ia menilai dengan upah di bawah nilai Rp2 juta dipastikan tidak akan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat pasalnya kebutuhan dengan pengeluaran tidak seimbang dengan tingginya harga pasaran di KTT selain biaya hidup yang membuat masyarakat KTT kesulitan untuk meningkatkan perekonomian, akan tetapi dengan nilai Rp2,6 juta lebih tersebut maka upah tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal.
“Sebelum kita menentukan dan mengajukan usulan upah ini tentunya melalui rapat dan pertimbangan yang cukup lama dan matang sehingga usulan nominal ini dikeluarkan, semoga dalam waktu tidak terlalu lama usulan ini mendapatkan persetujuan dan segera direalisasikan di tahun 2018 mendatang,” harapnya.  



Lazada Indonesia