Home » Utama » Kembangkan Pembangunan, Kades Perlu Tingkatkan SDM

Kembangkan Pembangunan, Kades Perlu Tingkatkan SDM

Kembangkan Pembangunan,  Kades Perlu Tingkatkan SDM
kades diminta untuk meningkatkan SDM agar dapat melakukan pembangunan semaksimal mungkin

TANA TIDUNG – Untuk mengembangkan pembangunan yang ada di pemerintahan desa, para Kepala Desa (Kades) diminta untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur pemerintahan desa agar dapat memberikan layanan publik secara maksimal. Hal ini diminta oleh Bupati Undunsyah pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang membahas untuk melakukan evaluasi terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) di Balai Pendopo Japarudin, Selasa (14/11).
“Seorang kades harus menjadi teladan dan panutan dengan menyusun program-program yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian masyarakatnya melalui pembangunan,” ujar Undunsyah.
Menurutnya, untuk melakukan hal ini tentunya dibutuhkan peningkatan SDM yang tidak hanya buat kades semata namun juga aparatur pemerintah desa yang ada di dalamnya.
Ia menyebutkan peningkatan SDM tidak hanya diperoleh melalui berbagai pelatihan, bimbingan maupun studi banding yang diikuti oleh aparatur pemerintah desa yang dilaksanakan di dalam daerah ataupun di luar daerah akan tetapi bisa melalui pengalaman dan peningkatan keterampilan sehingga seorang kades tidak hanya mampu mengatasi persoalan desa saja namun bisa membuat inovasi, kreativitas agar pemerintah desanya berprestasi dan dipandang baik.
“Kuantitas maupun kualitas SDM yang baik, berdaya saing patut dimiliki oleh kades beserta aparatur pemerintahan desanya supaya desa dapat menggali potensi desa yang dimiliki, namun selama ini belum tersentuh dengan baik,” lanjutnya.
Selain itu ia berharap dengan peningkatan SDM desa tidak hanya mengandalkan sumber dana untuk pembangunan dari Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) saja.
Ia menilai, Kabupaten Tana Tidung (KTT) meski memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang berkisar Rp1 triliun namun masih bisa memberikan ADD dengan jumlah besar yakni antara Rp900 juta lebih hingga Rp1 miliar ke atas. Padahal untuk di kota besar khususnya pulau Jawa dengan banyaknya desa dipastikan tiap desa hanya bisa mengelola kurang dari Rp100 juta untuk seluruh pembangunan selama setahun penuh.
“Kita patut bersyukur, KTT dengan pengelolaan APBD sekitar Rp1 triliun dapat membagi ADD dengan anggaran yang cukup besar ke 32 desa,” sebutnya. Adapun lima kecamatan tersebut di antaranya Kecamatan Sesayap, Sesayap Hilir, Tana Lia, Muruk Rian dan Betayau dengan jumlah Rp1 miliar lebih.
Dengan anggaran besar ini tentunya perlu dimanfaatkan maksimal demi memberikan layanan kepada masyarakat. “Artinya untuk pengelolaan anggaran ini harus disertai dengan adanya SDM aparatur pemerintahan desa yang memiliki kuantitas, kualitas unggul,” paparnya.
Sangat disayangkan, dengan anggaran besar kerapkali menyisakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) dalam setiap proses pembangunan yang tentunya berimbas pada pengurangan anggaran untuk tahun mendatang, hal ini ditengarai karena minimnya SDM dimiliki sehingga program yang diajukan belum maksimal dan belum tepat sasaran.
“Artinya kebutuhan dan keinginan masyarakat tidak dapat dibedakan untuk realisasinya sehingga banyak pembangunan yang masih belum tepat sasaran, bila SDM minim dikhawatirkan banyak pembangunan yang tidak tepat guna hanya membuang anggaran, ini sangat disayangkan, diharapkan peningkatan SDM terus diupayakan dan direalisasikan supaya desa bisa lebih berkembang dan menjadi desa mandiri ke depannya,” pintanya.  



Lazada Indonesia