Home » Utama » Pelayanan e-KTP Kembali Dikeluhkan Warga

Pelayanan e-KTP Kembali Dikeluhkan Warga

TARAKAN – Program nasional Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang diluncurkan sejak beberapa tahun lalu, sampai saat ini masih belum bisa berjalan maksimal. Seperti yang terjadi di Kota Tarakan, masih banyak warga yang mengeluhkan belum memiliki idetitas kependudukan yang berlaku seumur hidup ini.
Seperti yang dialami Nuraini, warga RT 12 Kelurahan Pamusian ini mengaku sudah melakukan rekam bio metric sejak setahun yang lalu, sampai saat ini belum mendapatkan e-KTP. Padahal dirinya sangat mengharapkan e-KTP sebagai salah satu persayaratan untuk menjalankan ibadah umroh.
“Saya sudah setahun ini belum mendapatkan e-KTP, padahal sangat kita butuhkan untuk persyaratan daftar umroh, setiap datang ke kantor pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) selalu tidak ada kejelasan,” terangnya, kepada Koran Kaltara, Selasa (14/11).
Selain itu, ada juga Marhamah yang hampir setiap minggu mondar-mandir ke Gedung Gabungan Dinas I untuk menanyakan kejelasan e-KTP yang menjadi identitas wajib bagi seorang Warga Negara Indonesia (WNI). Namun alasan yang diberikan kepadanya selalu blanko yang habis, dan peralatan yang tidak maksimal, sehingga mengganggu pencetakan e-KTP.
“Jadi kapan kartu identitas saya jadi belum ada kejelasan, saat ini yang saya pegang selembar kertas yang katanya surat keterangan atau suket yang menggantikan e-KTP untuk sementara.” Ucapnya.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Disdukcapil Kota Tarakan Hamzah mengatakan bahwa saat ini sudah tersedia 6 ribu keping blanko e-KTP yang siap cetak, dan pihaknya juga sudah melakukan penambahan alat pencetakan e-KTP yang sebelumnya hanya 1 unit sekarang sudah menjadi 2 unit dan pihaknya akan terus menambah hingga 3 unit.
“Masih ada sekitar 100 ribu jiwa yang belum memiliki e-KTP dengan literatur Kalimantan Utara, karena masih ada warga Tarakan yang masih memiliki e-KTP, tetapi saat pencetakan ikut Kalimantan Timur dan belum melakukan perbaikan sampai saat ini. Kalau yang sudah memiliki e-KTP dengan literatur Kaltara sudah mencapai 70 an ribu,” terangnya.
Untuk melakukan pencetakan masih terbatas, sehingga dilakukan penjadwalan, dalam satu hari setidaknya Disdukcapil mampu mencetak 100 keping e-KTP dengan menggunakan dua unit alat. Setiap satu set alat mampu mencetak 50 keping e-KTP dalam sehari.
“Tetapi kalau mati lampu atau jaringan internet lelet bisa bertumpuk lagi, layanan akan terganggu, makanya jadwal pencetakan selalu diubah. Bagi yang sudah melakukan rekam medic tetapi belum memiliki e-KTP bisa datang ke loket nomor tiga untuk mendapatkan nomor antrian percetakan, saat ini sudah tersedia 6 ribu keping blanko e-KTP,” urainya.
Lebih lanjut dikatakan Hamzah, pihaknya maunya semuanya bisa cepat kelar karena warga memang sangat membutuhkan e-KTP. Namun sistem yang memiliki keterbatasan cetak dan ketersediaan blanko yang belum bisa memenuhi permintaan, maka pencetakan juga tidak bisa berjalan dengan maksimal.
“Kita juga maunya cepat selesai, bim salabim kelar. Makanya kami maunya set..set.. selesai, tetapi semuanya tidak bisa seperti itu karena harus melalui proses. Saat ini warga Tarakan yang sudah memiliki e-KTP dengan literatur Kalimantan Utara mencapai 70 ribu warga, selebihnya pembuatan baru, maupun e-KTP masih Kalimantan Timur,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia