Home » Utama » Reklamasi Pelabuhan Tengkayu I Terhambat Kondisi Alam

Reklamasi Pelabuhan Tengkayu I Terhambat Kondisi Alam

Reklamasi Pelabuhan Tengkayu I Terhambat Kondisi Alam

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Laut dan SDP pada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), R Misno mengatakan, kegiatan reklamasi dari sisi darat seluas 76 meter x 200 meter, dalam rangka pembangunan Pelabuhan Tengkayu I atau SDF Tarakan, terhambat oleh kondisi alam.
Misno menjelaskan, kendala alam yang menghambat kegiatan reklamasi sendiri, terdiri dari meningkatnya intensitas badai dan gelombang serta keadaan pasang surut air laut yang dinilai tidak bersahabat dengan jalannya proyek reklamasi. Secara umum ia menuturkan, kondisi ini memang membutuhkan peningkatan intensitas pembangunan untuk menutupi kekurangan yang ada.
“Memang banyak kendala alam di sana. Seperti beberapa waktu yang lalu ketika ada badai membuat turap yang sudah dipasang, kembali ambruk. Pasang surut yang berlangsung beberapa jam saja, juga mengganggu. Jadi begitu pasang, kegiatan harus dihentikan dulu,” terang Misno.
Meski secara umum terdapat kendala yang sifatnya non teknis, Misno tetap optimis reklamasi sebagai tahap I pembangunan Pelabuhan Tengkayu I itu, dapat dirampungkan pada akhir Desember.
Selain berbicara mengenai target yang lebih dahulu ditetapkan, optimisme ini diterangkannya juga melihat skema pembayaran yang juga mempertimbangkan waktu tutup buku keuangan tahunan. “Mudah – mudahan selesai sesuai jadwal. Dari informasi progres yang masuk, sudah mencapai tujuh puluh persen,” lanjut Misno.
Pada kesempatan itu juga Misno menjelaskan, ketika reklamasi ini telah rampung dilaksanakan. Maka kegiatan pada tahun 2018 nanti adalah reklamasi tahap dua dari sisi laut. Reklamasi memang memerlukan waktu panjang, karena minimnya kuantitas daratan yang terdapat di sekitar lokasi pelabuhan.
“Reklamasi tahun 2018 nanti dari sisi laut, ditambah trestel penambahan panjang dermaga yang di depan menuju terminal. Kalau untuk keseluruhan pembangunan gedung – gedung di daratan nanti mengikuti,” tutup Misno. 



Lazada Indonesia