Home » Utama » Ruang Bermain Anak Dinilai Kurang

Ruang Bermain Anak Dinilai Kurang

Ruang Bermain Anak Dinilai Kurang
Anak – anak bermain di tempat yang tidak sesuai. Ruang untuk anak bermain dinilai masih kurang.

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hak Perempuan dan Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kaltara, Hasmirah mengakui, ketersediaan ruang anak di Kaltara masih belum proporsional, apabila dibandingkan dengan pertumbuhan anak yang ada. Sehingga anak – anak masih banyak ditemui bermain pada tempat yang memiliki potensi bahaya. Seperti di pinggir jalan dan ruangan kosong yang sudah tidak terawat.
“Kalau saya lihat memang fasilitas yang ada untuk anak bisa bermain belum cukup. Masih banyak anak – anak yang belum memiliki tempat memadai untuk aktivitas ini,” terang Hasmirah.
Dia mengatakan, ruang bermain yang ada saat ini, mayoritas berada di dekat pusat pemerintahan. Sehingga keberadaannya masih belum sesuai dengan pola sebaran masyarakat yang secara umum belum merata.
“Banyaknya masih di pusat kota saja tersedia tempat bermain, padahal memang anak – anak di daerah lain juga memiliki hak yang sama untuk bisa mengakses,” lanjutnya.
Hasmirah juga menjelaskan, ada standarisasi yang diberlakukan untuk pembuatan ruang bermain anak. Seperti faktor keamanan yang melindungi anak dari potensi bahaya, faktor kenyamanan yang membuat anak secara psikologi betah dan tidak cepat bosan dan faktor edukasi yang secara tidak langsung meningkatkan perkembangan saraf motorik anak beserta wawasan serta pengetahuannya.
“Unsur – unsur tersebut memang harus dipenuhi. Sehingga bagi yang di wilayah kota juga, anak – anaknya tidak lebih tertarik ke warnet. Buat yang di daerah juga dapat memberi pembelajaran yang berguna,” jabar Hasmirah.
Berdasarkan pantauan Koran Kaltara di seputaran Tanjung Selor sendiri, memang masih ditemui anak – anak yang bermain di lokasi yang bukan semestinya. Seperti lebih dari sepuluh anak yang bermain bola di pinggir Jalan Jenderal Sudirman. Selain itu karena memang Kaltara belum memiliki lanjur khusus bersepeda, juga sedikit berpotensi menimbulkan bahaya bagi anak – anak yang melakukannya di jalan raya.
Untuk diketahui, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui situs resminya menjelaskan, elemen pemerintah memiliki kewajiban dalam mendukung terciptanya ruang bermain anak yang berkualitas. Adapun landasan hukum dari kewajiban dukungan ini sendiri, tercantum dalam Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Pasal 22 tentang sarana dan prasarana untuk anak. 



Lazada Indonesia