Home » Patroli » Pasangan Kekasih Ditelanjangi Warga

Pasangan Kekasih Ditelanjangi Warga

Pasangan Kekasih Ditelanjangi Warga
SALAH SATU pelaku berinisial N memakai topi hitam (ketiga dari kiri) ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi atas kasus penganiayaan terhadap pasangan kekasih R dan M.

TANGERANG - R (28) dan M (20) digerebek warga di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Para pelaku main hakim sendiri dengan menelanjangi sampai mengarak keduanya. Perbuatan yang sewenang-wenang, apalagi polisi menyatakan pasangan tersebut tidak melakukan perbuatan mesum.
“Sekitar 400 meter. Dari kontrakan sampai pinggir jalan dekat rumah RW,” kata Lurah Sukamulya, Budi Muhidin, di dekat kontrakan korban, Selasa (14/11).
Dia mengatakan pasangan itu tak sempat dibawa ke rumah RW. Keduanya diamankan di pinggir jalan sebelum akhirnya dijemput keluarga.
“Tidak sampai ke rumah RW, cuma sampai dekat rumah aja, RW yang mendatangi. Di situ baru dijemput keluarga,” ujarnya.
Jika diamati, akses dari kontrakan korban menuju arah rumah RW melewati gang kecil dan jalan beton. Dari kontrakan tersebut, gang selebar 1,5 meter menjadi penghubung menuju jalan beton.
Setelah keluar dari gang tersebut, jalan beton dengan lebar sekitar 4 meter membentang. Di sisi jalan terdapat banyak warung dan toko-toko milik warga.
Budi tak bisa berkomentar banyak tentang kejadian itu. Menurutnya, polisi lebih berhak memberikan keterangan terkait masalah tersebut.
“Kita tunggu saja nanti dari pihak kepolisian,” pungkasnya.
Sementara itu, polisi sudah menetapkan G, T, A, I, S dan N sebagai tersangka kasus penganiayaan pasangan kekasih R (28) dan M (20) di Cikupa, Kabupaten Tangerang. Salah seorang pelaku berinisial T merupakan pihak yang pertama kali melakukan penggerebekan di kontrakan M.
“T yang pertama mendobrak pintu ini, dan langsung pertama dia melakukan penggerebekan dan yang sempat memobilisasi massa. ‘Ayo lihat sini kalau yang mau mengabadikan,” kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif Sabilul dalam jumpa pers yang disiarkan live melalui akun Facebook, Selasa (14/11).
T adalah ketua RT setempat. Peristiwa penggerebekan juga diketahui oleh G, ketua RW setempat. Bukannya menenangkan warga keduanya malah ikut terlibat dalam penganiayaan tersebut.
“Ketua RT yang memvideokan, dia yang melakukan penganiayaan. RW juga saat dibawa ke sana juga sempat memukuli,” jelas Sabilul.
Sabilul juga menyayangkan ulah tokoh masyarakat tersebut. Bukannya mengayomi warga, keduanya malah ikut terlibat kasus penganiayaan.
“Justru dia memprovokasi untuk memanggil warga. Justru memprovokasi agar yang mau foto silakan, yang mau selfie silakan,” sesalnya.
Keenam pelaku itu sudah mengakui perbuatannya. Kini polisi masih memburu pelaku lain, termasuk penyebar video tersebut.
“Ini masih kita dalami lagi, yang jelas dari 6 tersangka yang sudah kita amankan ini dia sudah membenarkan melakukan hal tersebut,” tuturnya. 



Lazada Indonesia