Home » Ekonomi » SOA Barang ke Perbatasan Sudah Maksimal

SOA Barang ke Perbatasan Sudah Maksimal

TANJUNG SELOR – Subsidi Ongkos Angkut (SOA) barang ke daerah perbatasan di Kaltara telah berjalan maksimal. Hal tersebut diterangkan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kaltara Hartono, bahwa bantuan untuk masyarakat perbatasan tersebut sudah berjalan diatas 50 persen jelang akhir tahun ini.
Untuk meningkatkan ketersediaan kebutuhan pokok warga perbatasan kedepannya, anggaran SOA perlu mendapat tambahan pada tahun 2018 mendatang. Ia menyebutkan angka idealnya sekitar Rp36 miliar, agar pasokan barang tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
“Kalau bisa memang ada penambahan anggaran, dimana tahun ini sebesar Rp9 miliar dan tahun depan sebesar Rp36 miliar,” sebutnya.
Diketahui, selama ini warga perbatasan di dua kabupaten, Malinau dan Nunukan pada beberapa Kecamatan masih bergantung kepada barang dari negara Malaysia. SOA barang yang telah dijalankan Pemerintah Kaltara, dipandang bisa mengurangi ketergantungan tersebut secara signifikan.
“Kalau SOA ini terus berjalan lancar, secara perlahan dan pasti ketergantungan warga dengan barang Malaysia pasti berkurang,” terang Hartono.
Dia menjelaskan, masalah di perbatasan tersebut tak hanya menjadi persoalan bagi daerah, tapi membutuhkan sumbangsih langsung dari Pemerintah Pusat.
Dari sisi anggaran, ia berharap dorongan APBN untuk menyokong SOA dengan kontribusi sebesar 50 persen.
“Jadi bisa dibagi-bagi untuk penganggarannya, dimana 50 persen dari APBN dan 50 persen lagi dari APBD yang terbagi atas APBD provinsi dnegan APBD kabupaten di daerah perbatasan tersebut,” bebernya.
Menurutnya, selama SOA ke perbatasan berjalan, maka daerah telah berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat di tapal batas negara. Terlebih, barang yang dikirim melalui penerbangan bersubsidi tersebut berkualitas baik, dan tidak kalah dengan barang dari Negeri Jiran.
“Untuk tahun ini saja, SOA barang ke wilayah perbatasan Indonesia di sudah terealisasi hingga 70 persen. Kami yakin, sebelum berakhir tahun ini, bisa mencapai 100 persen realisasinya,” ungkap dia. 



Lazada Indonesia