Home » Headline » Jalur Udara Lebih Aman Suplai Uang

Jalur Udara Lebih Aman Suplai Uang

Jalur Udara Lebih Aman Suplai Uang
LEBIH AMAN: Jalur udara menjadi pilihan utama untuk mendistribusikan uang ke daerah.

TARAKAN – Rencana penerbangan Express Air melayani sejumlah wilayah di Kaltara akan dimanfaatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia perwakilan Kaltara untuk mendistribusikan uang. Menggunakan jalur udara dinilai lebih aman dibandingkan jalur laut dan sungai. Efektif dan efisien menjadi indikator pihak BI untuk menyalurkan uang hingga ke wilayah-wilayah pelosok.
“Selama ini kami hanya mempunyai pilihan satu transportasi saja, yaitu transportasi laut. Mau tidak mau, karena tidak ada sarana lain,” jelas Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Hendik Sudaryanto saat ditemui media ini, Selasa (14/11).
Lebih lanjut Hendik mengatakan, dengan adanya pesawat Express Air ini, fasilitas di dalamnya hampir sama dengan Kalstar yang sebelumnya menyatakan penghentian operasi sementara. Sehingga, maskapai ini dapat menjadi salah satu alternatif pendistribusian atau penyuplaian rupiah di daerah pelosok. “Ini salah satu alternatif kami. Karena kalau pesawat seperti Susi dan Maf hanya dapat menampung beberapa orang saja,” terangnya.
Sejauh ini, pihaknya belum melakukan komunikasi kepada manajemen Express Air. Sebab, hal ini dapat dikatakan Bisnis to Bisnis. “Yang jelas perlakuannya tetap sama. Tidak ada kesepakatan khusus terhadap Manajemen Express Air. Kalau pesawatnya ada, kita pakai. Jadi seperti itu,” tuturnya.
Diungkapkan Hendik, di Kaltara sendiri masih ada daerah yang tidak dapat dijangkau oleh transportasi biasa. Seperti ada beberapa daerah di Kabupaten Malinau. Akan tetapi, untuk daerah lain yang dapat terjangkau oleh transportasi darat, laut dan udara, pihaknya telah melakukan pendistribusian rupiah.
“Seperti di Kecamatan Sebuku dan Seimanggaris. Kita rutin melakukan kas keliling ke sana untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Ada juga daerah yang menggunakan pesawat dua kali. Bahkan harus memutar dari Kaltim. Itu yang masih kita petakan. Karena kita utamakan daerah yang berpenduduk banyak,” ungkap pria berkacamata ini.
Untuk jumlah rupiah yang didistribusikan, tergantung dengan jumlah penduduk di daerah tersebut. Selain itu juga melihat sisi perekonomian di daerah. “Jadi tidak sembarang membawa uang sekian miliar, misalnya. Kita juga melihat apakah perekonomian disitu tinggi atau tidak. Kalau tinggi berarti harus banyak. Kalau tidak yah kita sesuaikan. Seperti di daerah Sebatik itu, sebulan sekali pendisitribusian rupiah. Karena di sana perekonomian tinggi, diikuti dengan penduduk banyak dan perputaran uangnya,” tukasnya. 



Lazada Indonesia