Home » Headline » Kaltara Usulkan Rute Baru Kapal Perintis

Kaltara Usulkan Rute Baru Kapal Perintis

TANJUNG SELOR – Kepala Bidang Perhubungan Laut dan SDP Pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara), Misno mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan rute baru kapal perintis yang menjangkau sejumlah wilayah di daerah. Kapal Perintis sendiri merupakan angkutan laut milik negara yang ditugaskan melayari rute-rute nonkomersial dalam mendukung konektivitas antar pulau. Kapal Perintis sendiri secara khusus menjangkau kepulauan terdepan dan daerah tertinggal yang hanya bisa diakses oleh transportasi laut maupun sungai.
Misno menjabarkan, rute yang berlaku saat ini dimulai dari wilayah Kwandang (Gorontalo) menuju Kota Tarakan dan diteruskan masuk Sebatik sebelum kembali ke Tarakan. Rute tersebut dinilai Misno, belum mengakomodir kebutuhan masyarakat secara merata yang dinilai terus mengalami peningkatan.
“Kemarin yang mengajukan rute ini berasal dari Satuan Kerja (Satker) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Rute ini masuk Kaltara antara seminggu sekali dan sepuluh hari sekali,” terang Misno.
Mengenai rute baru yang diusulkan, Misno mengatakan kapal perintis nanti dimulai dari Surabaya – Tanjung Selor – Malinau – Sebatik – Tarakan – Surabaya. Apabila rute tersebut disetujui, maka Misno menilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada. Selain itu pun berpotensi dapat menurunkan harga barang dan memudahkan pelaku usaha yang hendak melebarkan pasarnya hingga luar daerah.
“Disetujui atau tidak, lihat tahun 2018 nanti. Semoga saja disetujui. Karena kami lihat kebutuhan masyarakat akan angkutan seperti ini mulai tumbuh besar,” ujar Misno.
Manfaat rute yang diusulkan sendiri diterangkan Misno terdiri dari dua indikator. Pertama adalah melihat Surabaya sebagai salah satu sentra produksi dan lalu lintas perdagangan di Indonesia. Adapun yang kedua adalah memberikan kepastian rute berangkat sesuai jadwal yang tertera.
“Kita juga turut membuka peluang pelaku ekonomi skala kecil bisa berkembang. Selain itu kalau yang namanya perintis, kapalnya nanti ada atau tidak ada muatan tetap jalan. Meskipun intensitas datangnya nanti ternyata lama, tapi kan tetap bisa dihitung pelaku usaha,” tutup Misno. 



Lazada Indonesia