Home » Headline » 2018 PLTA dan KIPI Harus Ada Progres

2018 PLTA dan KIPI Harus Ada Progres

TANJUNG SELOR – Sejak terbentuknya provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), beberapa program pembangunan yang kerap disuarakan pemerintah daerah mulai terlihat. Diantaranya proyek pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), serta Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.
Beberapa kegiatan bahkan ditargetkan Tahun 2018 mendatang sudah mulai berjalan, seperti PLTA Kayan untuk pembangunan bendungan tahap I. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon saat dihubungi Koran Kaltara mengatakan pembangunan PLTA dan KIPI merupakan salah satu program prioritas yang sudah direncanakan sejak lama. Dua mega proyek tersebut dapat menjadi ikon untuk provinsi paling bungsu di Indonesia ini. “Untuk rencana pembangunan PLTA Kayan adalah program prioritas pemerintah, termasuk KIPI yang sudah masuk dalam program nasional. Tentu kami berharap ada percepatan untuk progres pembangunannya,” kata Marten.
Dia menilai peran pemerintah pusat untuk merealisasikan hal tersebut sangat penting, terlebih dalam hal penganggaran. Menurutnya, melalui sejumlah kementerian terkait, bahkan presiden sudah turun langsung berkunjung ke Kaltara. Tentu hal ini menjadi semnagat bagi masyarakat Kaltara, namun harus direalisasikan dalam bentuk pekerjaan fisik. “Pemerintah pusat harus memberikan perhatian secara khusus terhadap proyek tersebut. Tidak hanya sekedar berkunjung tanpa ada progres sebagaimana harapan daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Sebagaimana informasi yang ia terima, respon pemerintah pusat sangat baik soal pembangunan mega proyek tersebut. Oleh karena itu, pemprov harus mempersiapkan segala yang diperlukan agar bisa lebih cepat dilaksanakan. “Provinsi ini harus mulai siapkan pembebasan lahan hingga selesai, alias clean and clear semuanya soal lahan. Khususnya rencana pembangunan PLTA yang menunggu izin konstruksi dari kementerian terkait,” tegasnya.
Lanjut Politisi Partai Demokrat itu, selain pembebasan lahan, yang penting disiapkan pula adalah infrastruktur dasar sebagai penunjang. Hal ini khusus untuk proyek pembangunan PLTA Kayan yang rencana pembangunan bendungannya berada di Kecamatan Peso, termasuk pembangunan KIPI yang membutuhkan energi yang cukup besar. “Faktor-faktor pendukungnya harus siap agar saat akan dilakukan pembangunan fisik, sudah langsung dilakukan tanpa ada hambatan. Terkait persiapan sumber energi untuk mendukung industri KIPI, supaya segera ditindaklanjuti dan diselesaikan agar bisa ada investror yang benar-benar masuk dan beropreasi seperti PT Inalum atau investor lainnya, ” pungkasnya. 



Lazada Indonesia