Home » Advertorial » 30 Persen Dana Desa untuk Sarana Olahraga

30 Persen Dana Desa untuk Sarana Olahraga

30 Persen Dana Desa  untuk Sarana Olahraga
UTUSAN KALTARA : Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Syaiful Herman, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Perternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Kaltara, AM Santiaji Pananrangi, menghadiri puncak acara pameran produk unggulan daerah, di Temanggung Tilung, Palangka Raya, Minggu (19/11) lalu.

PALANGKA RAYA – Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara H Syaiful Herman mengatakan, 30 persen dana desa dapat digunakan untuk pembangunan sarana olahraga di pedesaan. Hal ini diungkapkannya, saat mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menghadiri acara Pameran Produk Unggulan Daerah di Temanggung Tilung, Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (19/11) lalu.
Syaiful mengatakan, kebijakan tersebut diputuskan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, melalui sebuah rapat terbatas. “Meski demikian, Menteri Desa-PDTT, mengingatkan agar penggunaan dana desa untuk sarana olahraga itu berdasarkan hasil musyawarah. Anggaran yang digelontorkan untuk dana desa pada 2018, hampir sama dengan anggaran 2017 yakni sekitar Rp 60 triliun atau setiap desa mendapatkan dana sebesar Rp 800 juta,” ujar Syaiful.
Selain itu, lanjut Syaiful, mulai Januari 2018, pemerintah menetapkan pola baru dalam pemanfaatan dana desa se-Indonesia, yakni alokasinya bakal difokuskan ke sektor padat karya. “Insya Allah dimulai Januari 2018 semua (dana desa) difokuskan kepada padat karya atau yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat di desa,” kata Syaiful.
Salah satu contoh padat karya adalah proyek infrastruktur. Proyek itu akan dikerjakan secara swakelola. Pekerja proyek diserap dari warga setempat. Dengan demikian, kata Syaiful dana desa tidak hanya digunakan untuk membeli bahan material infrastruktur saja, melainkan juga untuk membayar honor pekerja. 



Lazada Indonesia