Home » Headline » Tiga Pesawat F16 Patroli di Udara Kaltara

Tiga Pesawat F16 Patroli di Udara Kaltara

Tiga Pesawat F16 Patroli di Udara Kaltara
F16 : Pesawat tempur jenis F16 buatan Amerika Serikat ini kembali mewarnai langit Kaltara, Rabu (22/11) kemarin untuk melakukan misi jelajah sekaligus patroli mengantisipasi eksodus kelompok teroris ISIS dan Abu Sayyaf.

TARAKAN – Pemerintah Filipina menyatakan telah menghabisi pimpinan kelompok radikal yang berafialisasi dengan ISIS di Kota Marawi, Filipina. Meski begitu, masih ada babak baru perlu diantisipasi Indonesia yang secara teritori berdekatan dengan kawasan eks konflik di Filipina. TNI memberikan perhatian khusus dengan menggelar patroli di wilayah laut, darat dan udara juga.
Selain ISIS, kelompok radikal Abu Sayyaf juga dikabarkan mulai eksis lagi untuk melakukan tindakan penyanderaan dan penculikan. Untuk mengantisipasi masuknya kelompok teroris ini sekaligus menjaga keamanan wilayah perbatasan, Sekira pukul 11.33 Rabu (22/11) kemarin Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru mengirimkan tiga pesawat F16 ke Kaltara.
Komandan Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Tarakan Kolonel Didik Kristyanto usai melakukan patroli menggunakan F16 langsung menuju Lanud Adi Sumarmo, Solo. Penerbangan dilanjutkan ke Padang baru kembali ke Pekanbaru.
“Patroli ini akan dilakukan kontinu. Dalam setiap pergerakannya, pesawat tempur F16 juga disupport kendaraan transpor perlengkapan. Kan seperti dilihat tadi, 10 menit setelah F16 terbang disusul pesawat Hercules yang membawa perlengkapan,” ujar Komandan Lanud (Danlanud) Tarakan.
Selain patroli, kata perwira berpangkat tiga melati ini, tiga pesawat tempur F16 berangkat dari Pekanbaru langsung ke Tarakan dalam waktu 2 jam 20 menit. Jarak yang ditempuh lebih dari 800 mil laut sekaligus melakukan pelatihan, misi jelajah untuk memperoleh pengalaman terbang dari satu tempat ke tempat lain dan latihan di lokasi yang jarang para pilot lewati.
Patroli dan latihan ini pun dipimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 16 Tempur Letkol Penerbang Nur Alimi dari Angkatan tahun 1999. “Seperti hari ini mereka derek dari Pekanbaru, Pontianak selanjutnya ke Tarakan. Jadi, kita juga menambahkan misi tambahan, selain latihan adalah patroli di perbatasan antara Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara menyusuri udara ke Tarakan,” bebernya.
Kemudian, kata Kolonel Didik, ia juga meminta kepada para penerbang untuk memantau wilayah perairan di utara Tarakan, khususnya Sebatik dan Nunukan. Hasilnya, secara pemantauan dari udara, pergerakan di perairan tidak ada.
“Laporan yang kami terima tadi, tidak ada pergerakan yang membahayakan, khususnya dengan situasi eksodusnya para terorisme yang ada di kota Marawi, Filipina. Tapi, tetap harus kita antispasi sehingga dengan dua kegiatan ini dengan latihan dan operasi untuk memantau perairan di Utara dan Sebatik untuk memantau kegiatan ilegal di bawah,” jelasnya.
Pelaksanaan patroli kali ini hanya dilakukan sehari dan tidak di-soundingkan sejak awal. Pasalnya, kata Kolonel Didik, disamping misi latihan, juga ada misi operasi yang tetap harus menjaga kerahasiaan.
“Kalau di-soundingkan dari awal, berita faktual yang didapat penerbang itu yang tidak dapat. Tapi, kalau misi itu stand by 3 sampai 4 hari pasti akan kita soundingkan dengan banyak misi untuk kegiatan pesawat tempurnya di sini,” cetusnya. 



Lazada Indonesia