Home » Worldsport » Rhino Ingin Tidur Nyenyak

Rhino Ingin Tidur Nyenyak

Rhino Ingin Tidur Nyenyak
HARUS FOKUS: Gennaro Gatusso (kanan) memimpin latihan AC Milan jelang laga terakhir di penyisihan grup Europa League musim ini.

RIJEKA – Pelatih anyar AC Milan Gennaro Ivan Gatusso gagal melakoni debut dengan manis setelah timnya ditahan imbang 2-2 oleh tim promosi Benevento di Serie A akhir pekan kemarin. Ironisnya, itulah hasil imbang dan poin pertama bagi Benevento selama mengarungi kompetisi domestik musim ini.
Wajar kalau pemain berjulukan Rhino alias Si Badak itu mengaku tak bisa tidur memikirkan hasil imbang yang buyar di depan mata karena ulah kiper tim lawan Alberto Brignoli yang mencetak gol lewat sundulan kepala menit 95 tersebut.
Untuk mencari pelampisan atas rasa kecewa itu, Gatusso pun membidik kemenangan saat menghadapi Rijeka di matchday terakhir Grup D kompetisi kasta kedua Eropa, Europa League Jumat (8/12) dinihari nanti di HNK Rijeka Stadium. Rosonerri sendiri sebenarnya sudah lolos sebaga juara grup mengumpulkan 11 poin dari 5 pertandingan, namun Gatusso ingin menyempurnakan hasil itu tanpa cacat alias menghindari kekalahan dari tuan rumah yang menjadi juru kunci grup. Pada pertemuan pertama lalu, Milan menang tipis 3-2 atas Rijeka di San Siro.
“Penting bagi kami menjaga ritme permainan dan tak lagi mengulang kesalahan seperti akhir pekan kemarin. Saya ingin membalas tidur saya yang tidak nyenyak sehari setelah melawan Benevento dengan hasil bagus melawan Rijeka nanti,” tegas Gatusso.
Gattuso pun meminta satu hal dari para pemain jelang laga ini. “Kami harus membuktikan siap menderita dan bersatu. Kami harus memiliki semangat yang menggebu-gebu meski kami tahu sudah lolos ke fase kedua,” kata Gattuso lagi.
Gatusso juga menyoroti lini pertahanan yang kurang maksimal. “Dari satu laga ke laga lain masalah yang muncul adalah konsentrasi yang kurang di barisan belakang. Kami harus memastikan laga berakhir untuk meyakinkan tiga poin,” sebutnya.
Pelatih Rijeka Matjaž Kek menegaskan timnya ingin mengakhiri kompetisi dengan manis. “Ini laga terakhir, akan sangat menyenangkan kalau kami berhasil mendapatkan poin penuh,” kata Matjaz.
Bukan sesuatu yang mustahil, mengingat Rijeka jadi tim yang selalu mencetak gol ke gawang lawan kendati akhirnya kalah. “Kami sudah paham gaya Milan dan mereka sudah merasakan kesulitan di pertemuan pertama, laga kedua tentu juga seperti itu,” sebutnya. 



Lazada Indonesia