Home » Akademika » APBD Terbatas , DAK Disdikbud Meroket

APBD Terbatas , DAK Disdikbud Meroket

APBD Terbatas , DAK Disdikbud Meroket
Jamaluddin Saleh

TANJUNG SELOR – Terbatasannya alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bulungan untuk sejumlah kegiatan yang diagendakan oleh OPD di lingkup Pemkab Bulungan. Mau tidak mau OPD juga harus mempu membaca peluang lain baik dari provinsi maupun pemerintah pusat agar bisa mendapat tambahan anggaran untuk kebutuhan masing-masing OPD itu sendiri.
Tahun depan, sama halnya di 2017 ini pemerintah juga akan mengucurkan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus. Khusus untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan dipastikan jumlah DAK yang akan diterima 2018 bakal jauh lebih banyak dari 2017 ini.
“Alahamdulillah, kalau tahun ini kita dapat bagian DAK Rp4 miliar, di 2018 mendatang DAK kita meningkat menjadi Rp12 miliar. Itu belum termasuk Bantah (Bantuan Pemerintah) dan Bapem (Bantuan Pemerintah) berbeda program namun bantuan sama dari pemerintah untuk kita di daerah,” ujar Kepala Disdikbud Bulungan Jamaluddin Saleh saat ditemui media ini.
Bantah dan bapem itu merupakan program bentuan yang dilakukan oleh Kemendikbud, berbeda DAK yang langsung dari Kementrian Keuangan. Diperkirakannya Disdikbud Bulungan bakal mendapat alokasi bantuan baik dari DAK maupun program Bantah dan Bapem 2018 seluruhnya sekitar Rp17 miliar.
“Nah, untuk Bantah dan Bapem itu anggarannya langsung ke sekolah karena sifatmnya swakelola. Maka dari itu apapun kondisi keuangan daerah terbatas, kurang dan lain sebagainnya kita masih punya upaya lain salah satunya seperti bantuan DAK dan berbagai program dari kementrian itu,” jelasnya.
Dipastikannya, dengan sejumlah bantuan dapat membantu daerah untuk memenuhi dan meningkatkan Sarana dan Prasarana (Sarpras) sekolah. Sejauh ini untuk memenuhi hal itu pihaknya juga memaksimalkan pihak sekolah untuk melengkapi dan mengupload Data Pokok Pendidikan atau Dapodik. Sebagai dasar acuan data kementerian sehingga bisa melihat langsung kondisi pendidikan didaerah, maka dari itu dapodik wajib di upload oleh satuan pendidikan masing-masing.
“Ya, kita juga konsultasi ke pemerintah pusat melalui kementrian terkait. Alhamdulillah adanya bantuan di 2018 nantinya khusus untuk Desa Apung Kecamatan Tanjung Selor juga dapat bantuan untuk pembangunan USB (Unit Sekolah baru) senilai Rp1,5 miliar melalui program kementrian tadi. Termasuk bangunan SD yang terbakar di Desa Long Tungu Kecamatan Peso Hilir juga mendpat bantuan untuk membangun enam ruang kelas di 2018,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia