Home » Utama » Jelang Natal, Kian Sulit Terbang ke Kayan

Jelang Natal, Kian Sulit Terbang ke Kayan

Jelang Natal, Kian  Sulit Terbang ke Kayan
KIAN SIBUK - Pegawai kargo Bandara RA Bessing menangani barang penumpang untuk diterbangkan ke perbatasan.

MALINAU- Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Natal dan tahun baru, konsumsi masyarakat Kabupaten Malinau meningkat 2 kali lipat. Permasalahannya, bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan, sarana transportasi justru berkurang. MAF yang sebelumnya dapat membantu memperlancar arus ekspedisi, sekarang absen setelah dilarang mengangkut penumpang dan barang. Praktis tinggal satu maskapai, yakni Susi Air.
Dengan hanya mengandalkan satu maskapai, sudah tentu tak mencukupi kebutuhan masyarakat Malinau. Banyak warga dipastikan tidak terakomodir sarana transportasi. Misalnya warga Desa Long Sule Kecamatan Kayan Hulir. Termasuk ke Desa Data Dian di kecamatan yang sama.
Pegawai Bandara RA Bessing Malinau, Purba, mengungkapkan bahwa penerbangan ke pedalaman perbatasan memang sudah padat. Bahkan sejak November lalu. Untuk mendapatkan tiket atau seat pesawat, calon penumpang harus memesan jauh-jauh hari.
“Harus antre, pesan dulu jauh-jauh hari. Kalau tidak tak akan kebagian,” ungkapnya.
Pemesanan, terutama penerbangan subsidi, bahkan harus dilalukan sebulan sebelum terbang. “Kalau pesan sekarang (Desember 2017), tahun depan (Januari 2018) baru bisa terbang. Nggak bisa beli sekarang untuk terbang sekarang,” ungkap Jhonson, warga Malinau asal Long Nawang, Rabu (6/12) di Bandara RA Bessing.
Pengakuan serupa disampaikan sejumlah warga perbatasan lainnya. Untuk bisa terbang ke Long Ampung Kayan Selatan atau Long Nawang Kayan Hulu, mereka harus pesan dan menunggu berminggu-minggu bahkan 1 bulan. “Karena bookingan untuk penerbangan subsidi terutama, buka satu bulan sekali. Langsung penuh. Kalau ada yang batal barulah bisa kosong,” sambung Hendry warga Malinau Barat yang hendak terbang ke Krayan.
Tidak hanya arus penumpang yang padat. Barang pun demikian. Menurut petugas maskapai di bandara, menjelang Natal dan tahun baru arus barang yang dibawa atau hendak dikirim dari Ibu Kota Malinau melalui Bandara RA Bessing meningkat.
“Sekarang makin banyak. Nggak tahu berapa kali lipat, yang pasti jadi lebih banyak,” terang Anto petugas di bandara yang mengurusi barang penumpang. Pengiriman barang yang terlalu banyak terpaksa harus ditunda dan dikirim pada saat tertentu ketika memungkinkan. “Karena kapasitas pesawat sangat terbatas,” ungkapnya. 



Lazada Indonesia