Home » Utama » Litbang akan Evaluasi Bantuan untuk Desa

Litbang akan Evaluasi Bantuan untuk Desa

TANJUNG SELOR – Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah di tingkat desa mendapat bantuan keuangan yang sangat melimpah dari tinngkatan pemerintah di atasnya. Bantuan tersebut secara umum, bertujuan agar pembangunan di pedesaan tidak mengalami ketimpangan dengan wilayah yang berada di perkotaan. Selain itu, bantuan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi pendidikan dan lainnya.
Melihat belum pernah ditemukannya penyalahgunaan terkait anggaran ini, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah masing – masing kabupaten dan kota di Kalimantan Utara (Kaltara), memang patut mendapat apresiasi. Karena program yang mereka terapkan untuk mengamankan jalannya penyaluran dari sisi akuntanbilitas, terbukti berjalan lancar. Adapun saat ini yang menjadi tugas lanjutan adalah, bagaimana peran serta mereka untuk terus mengawal implementasi penggunaan untuk pembangunan. Sehingga di akhir periode nanti, output yang dihasilkan tidak bersifat kontradiktif terhadap hitungan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang) Kaltara, Marni mengatakan, pihaknya hendak melakukan evaluasi terhadap item output produk dari bantuan desa yang telah digulirkan pada tahun 2017. Secara umum, evaluasi ini dititik beratkan pada tingkat alokasi dana terhadap sektor yang diharuskan pemerintah untuk berkembang. Di luar itu pun akan dianalisa bagaimana peran bantuan ini terhadap posisi desa dalam tingkat Indeks Desa Membangun (IDM)nya.
“Secara garis besar, evaluasi ini berkaitan dengan faktor efektivitas bantuan dan implikasinya terhadap keadaan desa. Ini sesuai dengan tupoksi kita untuk turut mengevaluasi kebijakan yang ada,” terang Marni.
Ketika hasil evaluasi nanti telah rampung. Marni menjelaskan dokumen tersebut akan disampaikan kepada pucuk pimpinan di setiap tingkatan pemerintah penyalur bantuan. Ia menjelaskan, dokumen tersebut dari sisi keilmiahan bisa di pertanggungjawabkan untuk dijadikan referensi pengambilan tindakan yang menjadi feed back dari program yang telah berjalan.
“Baru bisa dimulai 2018, ketika penyaluran bantuan untuk tahun oini sudah rampung seluruhnya. Setelah itu akan disampaikan kepada Kepala untuk masukan. Sehingga ada acuan berupa grafis persentase yang bersifat konkret dan ilmiah,” tutup Marni. 



Lazada Indonesia