Home » Utama » Sampah Miliki Nilai Ekonomi

Sampah Miliki Nilai Ekonomi

Sampah Miliki Nilai Ekonomi
BERNILAI EKONOMI : Tumpukan sampah yang sering dikeluhkan warga diyakini mampu menjadi salah satu sumber penghasilan dengan memanfaatkan bank sampah.

SEBATIK – Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan sedang gencar mengaktifkan kembali bank sampah. Sebab, keberadaan bank sampah di lingkungan masyarakat, akan menjadi salah sumber penghasilan bagi warga.
Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLH Kabupaten Nunukan Jone mengatakan pihaknya sedang melakukan survei sampah di Nunukan. Banyak warga dan lingkungan sekolah telah mempraktekkan bank sampah. Bahkan, banyak yang telah memilah sampah bernilai ekonomis dan siap di jual.
“Jangan anggap remeh sampah. Itu bisa menjadi salah sumber penghasilan, kalau kita dikelola dengan baik. Memang, secara umum belum bisa dilihat secara signifkan. Karena kita belum bisa mengukur berapa besar volume sampah yang mereka kelola,” ungkap dia, Senin (8/1).
Dia menjelaskan, daripada sampah hanya menumpuk di sekitar rumah dan merusak keindahan, masyarakat bisa memanfaatkan bank sampah di Kabupaten Nunukan. Caranya, masyarakat bisa mengumpulkan sampah-sampah di sekitar rumah dan menjualnya ke bank sampah.
Bahkan, kata dia, untuk memudahkan masyarakat, pihaknya membuat program jemput bola, dengan mendatangi kawasan yang dianggap banyak sampah.
“Kalau kita kelola dengan baik, saya yakin dampaknya akan sangat baik bagi warga. Sampah itu kan bisa dijual, apalagi cukup banyak bank sampah yang sudah disiapkan. Kalau memang sampahnya cukup banyak, kami yang akan turun langsung. Tapi kita lihat dulu, apakah benar-benar banyak atau sedikit,” kata dia.
Menurut dia, program bank sampah bisa di angun masyarakat di lingkungan RT. Sehingga, cukup memudahkan masyarakat menjangkau bank sampah tersebut. Sedangkan, penetapan harganya akan ditentukan harga pasar yang berlaku.
“Jadi, harga dasar pengambilannya itu kita hitung. Tetapi, kita hitung bagaimana dengan keuntungan yang didapatkan warga. Jadi, bisa dibilang tidak ada ruginya. Kalau mau di optimalkan pengelolaan sampah ini, malahan kita yang bisa mendapatkan keuntungan,” imbuhnya.
Dia menyampaikan, DLH Nunukan telah mengelola bank sampah sekitar 3 tahun. Tetapi, karena tidak ada komitmen pengelolaan bank sampah di Kabupaten Nunukan, sehingga sampah-sampah di Nunukan dinilai perusak lingkungan.
“Kita dulu ada, tapi tidak terlalu aktif. Nanti kita akan lakukan pendekatan kepada warga, kalau mereka belum mengerti akan kita sampaikan mekanisme mengenai bank sampah,” pungkasnya. 



Lazada Indonesia