Home » Utama » Harga Barang Naik 10 Persen

Harga Barang Naik 10 Persen

TANA TIDUNG- Harga barang-barang dipasaran pada awal 2018 ini meningkat hingga 10 persen. Rata-rata pedagang mengatakan bahwa kenaikan harga lantaran sampai saat ini pedagang masih memasok barang dari luar daerah yang membutuhkan membayar biaya tambahan mulai biaya transportasi, ongkos buruh sampai ongkos angkutnya.
Sumiati, pedagang sembako di Pasar Induk Imbayud Taka, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap mengatakan, naiknya harga barang sekitar 10 persen hampir merata di setiap barang, mengingat harga pemasok alami peningkatan ditambah dengan beban biaya yang harus ditanggung oleh pedagang selama ini.
Untuk harga beras saja yang semula berbagai merek sekitar Rp 240 ribu-Rp 280 ribu per karung ukuran 20 Kilogram (Kg) nya naik menjadi kisaran Rp 250 ribu-Rp 290 ribu sementara untuk ukuran 10 Kg antara Rp 130 ribu-Rp 155 ribu per sak.
Sedangkan harga gula putih semula Rp 15 ribu per Kg naik menjadi Rp 17 ribu, minyak goreng Rp 17 ribu perliter naik menjadi Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu perliternya sementara untuk harga susu kemasan naik seribu hingga Rp 2 ribu per kemasan dalam bentuk kalengan,  harga tepung-tepungan masih stabil dan belum ada kenaikan.
“Kalau untuk tepung jarang sekali ada kenaikan sebab besarnya kebutuhan akan tepung tidak sebesar kebutuhan pembeli seperti beras, gula, minyak goreng dan barang kebutuhan sehari-hari, kalaupun ada kenaikan biasanya mendekati momen Idulfitri yang biasanya naik setahun sekali saja. Kami menaikkan harga barang terutama sembako karena di pemasok juga alami kenaikan jadi kami hanya menyesuaikan, meski begitu kami bersyukur untuk biaya transportasi dan biaya lainnya belum ada kenaikan,” urainya.
Pedagang mengakui beban biaya yang ditanggung pedagang membuat harga barang di pasaran cukup tinggi, pasalnya untuk seputaran KTT saja tidak ada agen yang bisa menjual dengan harga sebanding dengan pemasok dari luar daerah sebab agen yang ada pula mengandalkan pemasok dari luar daerah, tak heran hampir semua produk barang didatangkan dari luar daerah.
“Tidak ada tersedianya kapal barang khusus mengangkut barang juga tidak ada karena itu kami menitip barang pada transportasi laut yang semestinya untuk penumpang dan bukannya barang makanya ongkos untuk mendatangkan barang dari luar daerah juga tinggi, sebab untuk barang yang dititip pada transportasi penumpang terbatas,” jelasnya.
Pedagang sangat berharap kapal barang khusus stand by di KTT sehingga dapat memenuhi kebutuhan pedagang yang ingin menjual dengan harga terjangkau, imbasnya dapat mengurangi beban masyarakat dan tidak perlu lagi harus berbelanja keluar daerah. 



Lazada Indonesia