Home » Utama » 30 Kendaraan Terjaring Razia

30 Kendaraan Terjaring Razia

30 Kendaraan  Terjaring Razia
Sebanyak 30 pengendara terjaring razia lalu lintas di jalur satu arah

TANA TIDUNG- Awal Januari, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan mulai melakukan kembali menertibkan lalu lintas dengan fokus pada jalur satu arah dan penggunaan kelengkapan kendaraan seperti pelindung kepala (helm) yang wajib bagi pengendara roda dua, sementara untuk kendaraan roda empat wajib menggunakan safety belt (sabuk pengaman). Melalui penertiban yang dilakukan pada jam kerja ini, terjaring sekitar 30 kendaraan.
Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Darat pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Harianto pada Selasa (9/1) kemarin menyebutkan bahwa penertiban lalu lintas yang dipusatkan pada persimpangan Pasar Induk satu-satunya di Kecamatan Sesayap tersebut merupakan jalur yang ramai dilintasi oleh pengendara sehingga menjadi target tepat untuk mengetahui seberapa besar kesadaran masyarakat sebagai pengendara untuk mentaati aturan berlalu lintas.
“Sudah menjadi kebiasaan masyarakat setiap ada penertiban barulah akan bersiap-siap mentaati aturan padahal kita sangat menginginkan tanpa adanya pengawasan dan penertiban yang kami lakukan masyarakat akan tetap mentaati aturan baik aturan jalur satu arah (one way) sampai kepada penggunaan pengaman kepala yang dapat membuat keamanan dan kenyamanan bagi pengendara itu sendiri,” tukasnya.
Pengendara khususnya di Kecamatan Sesayap ketika penertiban dilakukan pihaknya biasanya hanya pengendara saja yang menggunakan helm sementara untuk orang yang dibelakang kemudi tidak menggunakan pengaman kepala, pihaknya biasa pula langsung memberhentikan kendaraan dan akan melakukan peringatan, begitu pula jalur satu arah yang dimulai pada persimpangan pasar induk yang berlanjut pada Jalan Tanah Abang menuju kawasan pelabuhan Tideng Pale dan akan berlanjut pada Jalan Jenderal Sudirman kemudian kembali pada jalur persimpangan pasar.
Jalur satu arah artinya tidak ada kendaraan berpapasan dari jalur yang sudah ditentukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan karena jalur satu arah ini dianggap paling aman dan dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan, akan tetapi kalau tidak dilakukan pengawasan kendaraan akan melanggar jalur satu arah dengan alasan lebih menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) karena jalur yang terpotong sementara jalur satu arah dianggap lebih panjang.
“Berbagai alasan pengendara bila tertangkap melanggar aturan jalur satu arah bermacam-macam karena alasan mereka rata-rata jalur satu arah terlalu panjang ketimbang memotong jalur tapi ini diberlakukan untuk keamanan dan kenyamanan pengendara itu sendiri, apalagi tingkat kesadaran pengendara menggunakan pengaman kepala sangat minim padahal lagi-lagi ini untuk keselamatan mereka pula, kami sangat berharap pengendara dapat memperhatikan hal ini,” pintanya. 



Lazada Indonesia